​Drainase Mampet Banjir Cileuncang “Kepung” Cibadak, Baju Dagangan di Toko Basah Kuyup

INILAHSUKABUMI.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Kamis (14/05/2026) sore menyisakan duka bagi para pedagang di kawasan Labora, Cibadak.

Akibat drainase yang tidak berfungsi optimal, banjir “cileuncang” meluap hingga merendam pertokoan dan merusak barang dagangan.

​Luapan air setinggi kurang lebih 20 centimeter terpantau melimpas dari saluran drainase ke badan Jalan Raya Sukabumi-Bogor hingga masuk ke area dalam toko. Kondisi ini diduga kuat akibat penyumbatan dan pendangkalan selokan di sepanjang jalan nasional tersebut.

Baca juga : Seratusan Hektar Sawah Terendam Banjir di Cibadak Sukabumi, Petani Rugi Puluhan Juta Rupiah

​Rian Novian (25), salah seorang karyawan toko di kompleks Labora, menuturkan bahwa air mulai masuk dengan cepat saat hujan deras melanda selama hampir dua jam.

​”Air limpasannya masuk sampai ke dalam toko. Barang dagangan seperti pakaian yang dipajang di bawah jadi basah semua,” keluh Rian kepada awak media, Kamis petang.

Sampah dan Pendangkalan Jadi Pemicu

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Muhamad Mawaldi, mengonfirmasi bahwa intensitas hujan yang tinggi tidak mampu ditampung oleh drainase yang ada.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah menjadi biang keladi macetnya aliran air.

Baca juga : ​Pohon Mahoni Raksasa ‘Zaman Belanda’ di Jalur Nasional Cibadak Akhirnya Ditebang

​”Saluran drainase tidak lancar karena tersumbat sampah dan sepertinya ada pendangkalan. Akhirnya air limpas ke jalan dan masuk ke toko-toko warga,” terang Mawaldi saat dihubungi InilahSukabumi.com.

Imbauan Tegas: Jangan Buang Sampah ke Selokan!

​Menanggapi kejadian yang terus berulang ini, pihak P2BK mengimbau dengan keras agar masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan.

Mawaldi menekankan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan, sekecil apa pun, akan berdampak besar saat musim hujan tiba. Apalagi saat ini prakiraan cuaca ekstrem masih akan berlangsung.

​”Kita sendiri yang rugi kalau sudah begini. Tolong, jangan buang sampah ke jalan atau ke selokan. Kalau aliran tersumbat, banjir cileuncang ini akan terus menghantui kita,” tegasnya.

Reporter : Idam

Redaktur : Budiyanto

The post ​Drainase Mampet Banjir Cileuncang “Kepung” Cibadak, Baju Dagangan di Toko Basah Kuyup first appeared on Inilah Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *