SUKABUMI — Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath menggelar Festival Qurban Idul Adha 1447 Hijriah dengan konsep kreatif dan edukatif pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan fashion show domba, kabaret santri, hingga drama bertema qurban yang melibatkan para santri.
Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi santri untuk memahami makna qurban melalui kreativitas seni dan pertunjukan.
“Bukan hanya fashion show, tapi santri juga diminta kreatif membuat cerita di mana domba menjadi salah satu bagian dari peran pertunjukan. Mereka dibimbing melalui metode kabaret,” ujarnya diwawancarai sukabumiku.id.
Baca Juga: SPMB Sukabumi 2026 Jadi Sorotan, Bupati Asep Japar Warning Calo dan Praktik Titipan Sekolah
Menurut KH Fajar, kegiatan tersebut juga menjadi media dakwah untuk menanamkan nilai spiritual dalam ibadah qurban. Ia mengingatkan pentingnya memuliakan hewan qurban sebagai bagian dari ajaran Islam.
“Hewan qurban menjadi perantara amal yang bisa mendekatkan manusia kepada surga Allah. Karena itu hewan harus dijaga, dipelihara, dan diperlakukan dengan baik, termasuk saat proses penyembelihan,” katanya.
Ia menambahkan, proses penyembelihan hewan qurban harus dilakukan secara profesional, higienis, dan sesuai syariat agar tidak membuat hewan mengalami stres.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Polres Sukabumi Kota Salurkan 32 Sapi dan 48 Kambing Qurban
Dalam kesempatan itu, KH Fajar juga menyoroti pentingnya kepedulian masyarakat terhadap ibadah qurban. Menurutnya, masyarakat seharusnya mampu menyisihkan sebagian rezekinya untuk berqurban.
“Jangan sampai handphone, motor, mobil, bahkan rumah bisa dibeli, tetapi qurban justru tidak menjadi prioritas. Padahal qurban merupakan bagian dari ibadah,” ungkapnya.
Selain aspek ibadah, qurban juga dinilai memiliki nilai sosial yang besar karena mampu mempererat hubungan antarmasyarakat.
Baca Juga: Idul Adha Mendekat, Sejumlah Harga Sembako di Pasar Palabuhanratu Alami Kenaikan
“Idul Adha melalui qurban bisa memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat berbagi antara masyarakat,” ujarnya.
Tahun ini, Ponpes Dzikir Al-Fath menyembelih enam ekor sapi dan delapan ekor domba. Daging qurban dibagikan kepada masyarakat sekitar, 1.400 santri, serta penerima manfaat lainnya.
Penyembelihan hewan qurban dilakukan oleh santri muda yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikasi khusus.
“Kami sudah melatih santri bersama instruktur dan memiliki sertifikat khusus. Jadi penyembelihan bukan hanya memperhatikan kesehatan dan kebersihan, tetapi juga tata cara Islam,” kata KH Fajar.
Ia menjelaskan, sebelumnya pelatihan penyembelihan melibatkan instruktur dari asosiasi penyembelihan hewan qurban tingkat nasional. Kini, pelatihan tersebut dilanjutkan secara internal kepada para maha santri di lingkungan pesantren.
The post Festival Qurban Unik di Ponpes Dzikir Al-Fath, Santri Tampilkan Kabaret dan Fashion Show Domba first appeared on Sukabumi Ku.



















