Harga Ayam Potong Di Kota Sukabumi Merangkak Naik, Gegara MBG?

SUKABUMI – Kembalinya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah masa libur sekolah diduga mulai berdampak pada pergerakan harga sejumlah komoditas pangan di Kota Sukabumi. Daging ayam dan telur ayam tercatat mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan pasokan di pasar, Senin (20/07/26)

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, harga daging ayam kini berada di kisaran Rp37.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp36.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam juga meningkat menjadi Rp26.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000 per kilogram.

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M. Rifky, mengatakan kenaikan tersebut terjadi dalam dua tahap, yakni pada 13 Juli dan 17 Juli. Menurutnya, peningkatan permintaan menjadi faktor utama yang mendorong naiknya harga kedua komoditas tersebut.

Baca Juga: Dikecam Berbagai Pihak, Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf kepada Wartawan dan Presiden

“Program MBG yang kembali berjalan setelah libur sekolah diduga ikut meningkatkan kebutuhan daging ayam dan telur di pasaran, sehingga permintaan mengalami kenaikan,” ujarnya.

Pemantauan harga dilakukan di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede sebagai acuan perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat. Meski dua komoditas mengalami kenaikan, Diskumindag mencatat sebagian bahan pangan lainnya justru mengalami penurunan maupun tetap stabil.

Kacang kedelai impor misalnya, mengalami penurunan harga sebesar Rp250 per kilogram, dari Rp10.900 menjadi Rp10.650 per kilogram. Sementara beras premium kelas I masih bertahan di angka Rp14.800 per kilogram, beras premium kelas II Rp14.600 per kilogram, daging sapi Rp150.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp21.000 per liter.

Baca Juga: Usai Final Pildun, Tukang Cilok Mirip Lionel Messi di Palabuhanratu Bikin Warganet Salah Fokus

Diskumindag memastikan kondisi harga kebutuhan pokok secara umum masih dalam kategori terkendali. Kenaikan pada daging ayam dan telur belum tergolong signifikan dan belum menimbulkan gejolak di tingkat konsumen.

“Meski demikian, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga apabila permintaan terus meningkat seiring berjalannya Program Makan Bergizi Gratis di berbagai sekolah,” tutupnya.

The post Harga Ayam Potong Di Kota Sukabumi Merangkak Naik, Gegara MBG? first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *