Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA — Harga emas dunia melemah ke level 4.030 Dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Selasa (30/6) waktu setempat, mendekati titik terendah dalam delapan bulan terakhir.
Logam mulia ini diproyeksikan anjlok hingga 11 persen sepanjang kuartal kedua, menjadikannya kinerja kuartalan terburuk dalam beberapa dekade. Penurunan tajam dipicu oleh penguatan Dolar AS dan sikap tegas (hawkish) mayoritas anggota Federal Open Market Committee (FOMC), yang didukung oleh solidnya data ekonomi Amerika Serikat.
Data lowongan pekerjaan (JOLTS) melonjak ke level tertinggi dalam dua tahun, sementara laporan non-farm payroll Juni diperkirakan naik signifikan. Angka inflasi inti terbaru juga semakin menjauh dari target 2 persen yang ditetapkan The Fed. Kondisi ini membuat investor lebih memilih berinvestasi pada surat utang pemerintah (Treasury) dengan kupon tinggi ketimbang emas.
Tekanan terhadap emas berpotensi berlanjut setelah Ketua The Fed, Warsh, membentuk kelompok kerja untuk mengevaluasi pengurangan neraca bank sentral sebagai persiapan penjualan obligasi.
Berbeda dengan emas, harga perak justru berhasil bangkit menuju 60 Dolar AS per ons, memulihkan diri dari level terendah tujuh bulan di angka 57 Dolar AS pada 24 Juni lalu. Perak sukses mengungguli emas dalam beberapa sesi terakhir berkat kuatnya proyeksi permintaan dari sektor industri, terutama kebutuhan konduktivitas tinggi dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
The post Harga Emas Dunia Terjun ke Level Terendah 8 Bulan appeared first on Radar Sukabumi.
