
Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H pada Minggu (17/5), bertepatan dengan 29 Dzulqadah 1447 H. Sidang ini sekaligus akan mengumumkan kapan Hari Raya Iduladha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia.
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H M Rasjidi, kantor layanan Kemenag, Jakarta. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriyah.
Proses penetapan dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). “Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” ujar Abu.
Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kemenag. Setelah itu, panitia menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan di seluruh Indonesia. Menteri Agama kemudian memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan peserta sebelum menetapkan awal Dzulhijjah secara resmi.
Berdasarkan data hisab awal, posisi hilal pada 29 Dzulqadah 1447 H telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, dengan tinggi hilal di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat. Namun Abu menegaskan, data tersebut masih bersifat prediktif dan belum menjadi dasar penetapan resmi.
The post Hari ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Dzulhijjah 1447 H appeared first on Radar Sukabumi.



















