Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Inilah Tanggapan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Merespon Tuntutan Forum RTRW

×

Inilah Tanggapan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Merespon Tuntutan Forum RTRW

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INILAHSUKABUMI.COM – Gelombang protes dari ratusan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang menggerudug gedung DPRD Kota Sukabumi akhirnya mendapat respons langsung dari pihak eksekutif.

Example 300x600

​Hanya berselang sehari setelah massa Forum RTRW beraudiensi dengan para anggota DPRD pada Rabu (20/5/2026), Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, langsung menggelar konferensi pers di Balai Kota Sukabumi, Kamis (21/5/2026).

Di hadapan awak media, Ayep menjawab lugas empat tuntutan utama yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat tersebut.

Dalam konferensi pers ini, Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi.

Baca juga : ​Tagih Janji Kampanye Wali Kota, Ratusan RT dan RW di Sukabumi Geruduk Gedung DPRD

​Menanggapi gerakan massa yang membawa nama Forum RTRW, Ayep Zaki mengawali penjelasannya dengan menyoroti aspek legalitas organisasi. Menurutnya, setiap pergerakan yang mengatasnamakan forum masyarakat wajib memiliki landasan hukum yang formal.

​”Mengatasnamakan forum itu harus jelas legitimasinya dari Kementerian Hukum. Apakah sudah terdaftar atau tidak. Dan itu juga harus ada tembusan resmi ke Kesbangpol,” tegas Ayep.

​Ayep menekankan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen penuh untuk menjalankan roda pemerintahan di atas koridor undang-undang, peraturan pemerintah, serta peraturan daerah.

​Terkait tuntutan Dana Abadi Rp10 juta untuk setiap RT yang sempat menjadi magnet suara saat kampanye Pilkada, Ayep secara blak-blakan memastikan bahwa program tersebut tidak mungkin direalisasikan.

​”Dana abadi itu tidak mungkin. Kalau dipaksakan, akan menjadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Kita justru ingin menyelesaikan temuan-temuan lama dan meminimalisir temuan baru ke depan,” ujarnya.

Nasib Anggaran P2RW dan Efisiensi Rp159 Miliar

​Selain dana abadi, massa sebelumnya juga mempertanyakan kejelasan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) dan evaluasi dana kelurahan.

​Untuk dana kelurahan, Ayep menyatakan mekanismenya sudah baku dan tidak mengalami perubahan. Ia juga membantah adanya intervensi dari ruang Wali Kota terkait anggaran tersebut.

​”Dana kelurahan sudah ada aturan mainnya dan saya tidak pernah mengintervensi. Itu sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing lurah,” ucap dia.

​Sementara untuk P2RW, Ayep membeberkan bahwa tersendatnya realisasi anggaran disebabkan oleh belum adanya kepastian transfer dana dari pemerintah pusat melalui skema Transfer ke Daerah (TKD).

​Total Usulan ke pemerintah pusat sebesar Rp210 Miliar, sedangkan kebutuhan anggaran P2RW sebanyak Rp9 Miliar dan realisasi baru sekitar Rp1 Miliar.

​”P2RW kita tunggu TKD. Saya akan kejar kepastiannya ke Kementerian Keuangan, karena sampai hari ini belum jelas kapan realisasinya,” janji Ayep.

Baca juga : 585 Botol Mihol Disita dari Warung Jamu di Sukabumi, Pejabat Satpol PP Malah ‘Bungkam’?

​Tersendatnya dana ini tidak hanya memukul program P2RW, melainkan juga berimbas pada penundaan anggaran operasional di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ayep menuturkan, saat ini Pemkot Sukabumi sedang melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran hingga mencapai Rp159 miliar, yang memaksa sejumlah program di berbagai dinas harus diparkir sementara waktu.

Terbuka terhadap Kritik, Tolak Ujaran Kebencian

​Mengakhiri keterangannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa dirinya adalah sosok pemimpin yang tidak antikritik. Kendati demikian, ia meminta agar setiap aspirasi disampaikan dengan cara yang sehat dan konstruktif.

​”Saya terbuka terhadap kritik, tapi jangan didasari ujaran kebencian, iri dengki, atau ingin menjatuhkan. Kalau itu tujuannya, tentu kita juga akan membela diri,” pungkasnya.

​Diberitakan sebelumnya, di Gedung DPRD Kota Sukabumi di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) mendadak memanas pada Rabu pagi. Sedikitnya 360 perwakilan RT dan RW se-Kota Sukabumi melakukan aksi berjalan kaki dari Gedung Juang 45.

​Aksi tersebut digelar untuk menagih janji-janji politik Ayep Zaki yang dinilai “jalan di tempat” dan belum dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat di akar rumput, tepat setelah satu tahun dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Sukabumi.

​Redaktur: Budiyanto

The post Inilah Tanggapan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Merespon Tuntutan Forum RTRW first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *