
SUKABUMI – Persoalan pendidikan dan pengangguran menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi. Dua isu tersebut dinilai saling berkaitan dan perlu ditangani secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat menghadiri Jambore PKK Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2026 yang mengusung tema “Gerak PKK, Keluarga Sejahtera, Sukabumi Sehat”, Selasa (6/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menyoroti masih adanya warga Kota Sukabumi yang belum menuntaskan pendidikan dasar hingga menengah. Di sisi lain, persoalan pengangguran pada kelompok usia produktif juga masih menjadi tantangan yang harus mendapatkan perhatian pemerintah.
Menurut Ayep Zaki, persoalan pendidikan dan pengangguran tidak dapat dilihat sebagai dua masalah yang berdiri sendiri. Rendahnya tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap kesempatan seseorang memperoleh pekerjaan, sementara keterbatasan akses terhadap lapangan kerja juga dapat memperbesar persoalan sosial dan ekonomi keluarga.
“Dua persoalan yang perlu kita selesaikan adalah pendidikan dan pengangguran,” ujar Ayep Zaki dalam sambutannya.
Untuk menjangkau masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal, Pemkot Sukabumi akan mendorong pemanfaatan pendidikan kesetaraan, seperti program Paket A, Paket B dan Paket C.
Selain itu, keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kedua bagi warga yang sebelumnya tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat usia produktif untuk masuk ke dunia kerja.
Pengangguran Usia Produktif Jadi Tantangan
Di sisi lain, pemerintah juga akan mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan penempatan tenaga kerja.
Salah satu opsi yang disebut Ayep Zaki adalah memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja, termasuk melalui program Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Menurutnya, peningkatan penempatan tenaga kerja harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan pendidikan dan keterampilan menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka pengangguran.
Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena kelompok usia produktif membutuhkan akses terhadap pekerjaan yang layak agar dapat meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.
Ayep Zaki menilai keberhasilan pemerintah dalam menangani persoalan pendidikan dan pengangguran dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai persoalan sosial lainnya.
Peningkatan pendidikan dan kesempatan kerja, menurutnya, berpotensi berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan sekaligus membantu penanganan persoalan lain, seperti stunting, rumah tidak layak huni, serta berbagai persoalan kesejahteraan keluarga.
Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, PKK, lembaga pendidikan, dunia usaha hingga masyarakat.
Ayep Zaki meminta jajaran TP PKK, camat, lurah dan perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam menangani dua persoalan tersebut.
Ia menargetkan upaya penyelesaian masalah pendidikan dan pengangguran dilakukan secara berkelanjutan hingga 2035, sebagai bagian dari agenda pembangunan menuju Sukabumi Emas.
“Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga harus diwujudkan melalui kerja nyata. Mari kita kompak menyelesaikan persoalan pendidikan dan pengangguran demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
The post Isu Pengangguran dan Pendidikan Jadi PR Serius Pemkot Sukabumi, Ayep Zaki : Kita Akan Segera Selesaikan first appeared on Sukabumi Ku.




