​Kekeringan Meluas di Cibadak Sukabumi, Camat Mulyadi : Waspadai Kebakaran dan Longsor !

INILAHSUKABUMI.COM – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi memaksa Pemerintah Kecamatan Cibadak turun tangan.

Krisis air bersih kini mulai dialami warga, terutama di Desa Sekarwangi, sementara ancaman bencana susulan seperti kebakaran lahan mulai mengintai.

​Camat Cibadak, Mulyadi, memastikan pihaknya telah mengaktifkan jalur tanggap darurat untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan warga yang mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca juga : Penemuan Jasad Perempuan di Sagaranten, Tersangka ‘Delon’ Habisi Nyawa Korban Diduga Permasalahan Uang

​Untuk penanganan kesulitan mendapatkan air bersih di Desa Sekarwangi dan wilayah kelurahan, pihak Kecamatan Cibadak terus berkoordinasi intensif dengan PDAM.

“Alhamdulillah, bantuan air bersih sudah didistribusikan ke titik-titik lokasi terdampak berkat kolaborasi cepat BPBD, PDAM, serta rekan-rekan relawan,” ungkap Mulyadi kepada InilahSukabumi.com, Jumat (17/7/2026).

​Meski saat ini fokus utama berada di Desa Sekarwangi, Mulyadi mengingatkan bahwa seluruh wilayah di Kecamatan Cibada yang mencakup sembilan desa dan satu kelurahan memiliki potensi risiko serupa seiring panjangnya durasi kemarau tahun ini.

​Kewaspadaan Ganda: Api dan Longsor

​Di balik krisis air, Mulyadi menyoroti dua ancaman bencana lain yang sering diabaikan masyarakat saat musim kemarau, yaitu risiko kebakaran dan ancaman longsor setelah memasuki musim hujan.

Baca juga : Musim Kemarau di Cibadak Sukabumi : 315 KK Krisis Air Bersih, Sumur Warga Mengering

“Jika membakar ilalang atau sampah, jangan ditinggalkan. Harus terus dipantau agar tidak memicu kebakaran yang lebih luas dan berbahaya,” imbau mantan Camat Purabaya.

“Retakan tanah akibat kekeringan bisa memicu tanah longsor saat intensitas hujan pertama turun. Ini harus diwaspadai,” sambung Mulyadi.

​Sampah Sumber Penyakit

​Selain persoalan cuaca, Mulyadi menyoroti rendahnya kesadaran warga dalam mengelola kebersihan lingkungan.

Ia menyayangkan masih adanya oknum warga yang membuang sampah ke sungai, yang berpotensi menjadi sumber penyakit.

​”Jangan sampai sampah menjadi sumber penyakit. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan adalah kunci,” pungkas Mulyadi.

Reporter : Idam

Redaktur : Budiyanto

The post ​Kekeringan Meluas di Cibadak Sukabumi, Camat Mulyadi : Waspadai Kebakaran dan Longsor ! first appeared on Inilah Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *