Kementerian Transmigrasi Ubah Paradigma, Kini Fokus Ciptakan Lapangan Kerja dan Tarik Investasi

JAKARTA – Kementerian Transmigrasi mengubah paradigma pembangunan kawasan transmigrasi. Keberhasilan program kini tidak lagi hanya dilihat dari jumlah penduduk yang dipindahkan, tetapi dari kemampuan kawasan dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong perubahan tersebut. Melalui program ini, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat kapasitas masyarakat, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar kawasan transmigrasi dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Mengutip Kontan.co.id, Minggu (2/8/2026), sebanyak 1.476 peserta TEP 2026 telah dilepas pada 29 Juli 2026. Para peserta akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi daerah, memperkuat kapasitas masyarakat, serta membuka peluang investasi berbasis potensi lokal.

Baca Juga : Resep Sarden Kuah Kemangi, Lauk Praktis Kaya Protein dan Omega-3

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, ukuran keberhasilan pembangunan transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan.

“Keberhasilan transmigrasi kini tidak lagi diukur dari jumlah penduduk yang dipindahkan, melainkan dari penciptaan lapangan kerja, masuknya investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iftitah, dikutip dari Kontan.co.id.

Menurutnya, kawasan transmigrasi diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan industri yang memanfaatkan potensi lokal.

Karena itu, TEP 2026 tidak hanya bertugas melakukan pemetaan potensi kawasan. Tim tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Salah satu contoh pengembangan berbasis potensi lokal terlihat di Kawasan Transmigrasi Toriwang, Halmahera Utara. Investasi industri pengolahan kelapa di kawasan tersebut telah menciptakan ribuan lapangan kerja dan diproyeksikan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Pola pengembangan melalui investasi dan hilirisasi tersebut selanjutnya akan didorong untuk diterapkan di kawasan transmigrasi lainnya.

Sementara itu, di Papua, Kementerian Transmigrasi menempatkan sekitar 1.200 personel TEP di 10 kawasan transmigrasi. Mereka akan membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mempercepat pengembangan ekonomi kawasan berdasarkan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Dengan pendekatan baru tersebut, kawasan transmigrasi diharapkan tidak lagi hanya dipandang sebagai kawasan permukiman baru. Lebih jauh, kawasan tersebut ditargetkan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, meningkatkan nilai tambah potensi lokal, dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(SE)

The post Kementerian Transmigrasi Ubah Paradigma, Kini Fokus Ciptakan Lapangan Kerja dan Tarik Investasi first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *