Liga MAENBAL Hidupkan Kembali Sepak Bola dari Lapangan Kampung di Kota Sukabumi

SUKABUMI — Sepak bola tidak selalu membutuhkan stadion megah untuk melahirkan cerita. Lapangan sederhana di lingkungan permukiman pun dapat menjadi tempat anak-anak belajar bermain, membangun pertemanan hingga menemukan pengalaman yang membekas.

Semangat tersebut coba dihidupkan melalui Liga MAENBAL, sebuah inisiatif yang digagas HITS Society bersama HITS Sukabumi untuk mendorong perkembangan sepak bola akar rumput sekaligus menghadirkan ruang aktivitas positif bagi anak-anak dan masyarakat.

Panitia Pelaksana Event MAENBAL, Fajar, mengatakan MAENBAL tidak dirancang sekadar sebagai kompetisi sepak bola. Konsep tersebut berangkat dari keinginan untuk mengembalikan sepak bola kepada ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“MAENBAL bukan sekadar pertandingan sepak bola. Kami ingin menghidupkan kembali semangat bermain sepak bola di ruang-ruang yang dekat dengan masyarakat,” ujar Fajar.

Menurutnya, nama MAENBAL sendiri memiliki filosofi yang sederhana. Istilah “maen” merujuk pada aktivitas bermain, sementara “bal” merupakan istilah yang dikenal dalam sejarah bahasa sepak bola di Indonesia dari kata Belanda yang berarti bola.

Dari perpaduan tersebut, MAENBAL kemudian dikembangkan sebagai sebuah gerakan yang membawa semangat bermain sepak bola kembali ke lingkungan masyarakat.

Fajar menyebut, lapangan kecil memiliki peran penting dalam perkembangan sepak bola karena menjadi tempat pertama anak-anak mengenal olahraga tersebut.

“Banyak cerita besar dalam sepak bola justru lahir dari tempat sederhana. Dari lapangan kecil, lingkungan tempat tinggal, teman-teman sebaya dan dukungan masyarakat sekitar,” katanya.

Bukan Hanya Soal Menang dan Kalah
Liga MAENBAL juga diarahkan untuk memberikan kesempatan bermain kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas olahraga.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan dan ruang terbuka sederhana sebagai tempat beraktivitas sekaligus menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya kompetisinya, tetapi bagaimana anak-anak punya ruang untuk bermain, belajar, bertemu dan berkembang melalui sepak bola,” ujar Fajar.

Ia menilai sepak bola memiliki karakter yang inklusif. Lapangan dapat mempertemukan anak-anak dari berbagai latar belakang tanpa melihat kondisi ekonomi maupun asal-usul mereka.

Selama memiliki kemauan untuk bermain, setiap anak diharapkan dapat merasakan pengalaman yang sama di lapangan.
Gandeng Musisi hingga Karang Taruna
Konsep Liga MAENBAL juga tidak hanya melibatkan pemain dan pertandingan. Dalam setiap campaign, penyelenggara membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen lokal.

Musisi, seniman, pemuda, hingga karang taruna di wilayah yang menjadi lokasi kegiatan dapat terlibat untuk menciptakan suasana yang lebih dekat dengan karakter masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat MAENBAL berkembang menjadi ruang pertemuan antara olahraga, kreativitas dan komunitas.

“Lapangan bukan hanya tempat pertandingan. Lapangan bisa menjadi ruang bertemu, ruang belajar dan ruang berekspresi bagi anak-anak maupun masyarakat,” tutur Fajar.

Ke depan, Liga MAENBAL diharapkan dapat terus bergerak dari satu ruang ke ruang lainnya dan menjangkau lebih banyak lingkungan masyarakat.

Pihak penyelenggara juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, pelaku usaha, kreator, musisi, seniman, pemuda, karang taruna maupun berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga dan aktivitas positif bagi anak-anak.

Fajar berharap MAENBAL dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali budaya bermain sepak bola di lingkungan masyarakat.

“Karena kami percaya, cerita besar bisa dimulai dari lapangan kecil,” pungkasnya.

The post Liga MAENBAL Hidupkan Kembali Sepak Bola dari Lapangan Kampung di Kota Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *