Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — SMA Al Umanaa Boarding School kembali membuktikan diri sebagai salah satu lembaga pendidikan berbasis pesantren yang mampu melahirkan lulusan berprestasi dan berdaya saing tinggi.
Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, sekolah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Modern Al Umanaa itu berhasil mencatatkan capaian akademik dan nonakademik yang membanggakan, mulai dari keberhasilan menembus perguruan tinggi negeri (PTN) favorit hingga meraih berbagai penghargaan tingkat nasional.
Tahun ini, lulusan Al Umanaa diterima di 13 perguruan tinggi negeri ternama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), hingga Universitas Tanjungpura.
Keberhasilan tersebut diraih melalui berbagai jalur seleksi, mulai dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga jalur prestasi. Capaian itu sekaligus melanjutkan tren positif peningkatan jumlah santri Al Umanaa yang diterima di perguruan tinggi negeri dari tahun ke tahun.
Prestasi yang paling mencuri perhatian datang dari dua santri yang berhasil memperoleh Golden Ticket Fakultas Pertanian IPB University. Tiket khusus tersebut diraih berkat prestasi mereka pada Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) Tahun 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang diikuti pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya unggul dalam akses menuju perguruan tinggi terbaik, para santri Al Umanaa juga menunjukkan kualitas akademik yang kompetitif di tingkat nasional. Dalam bidang sains dan riset, santri Al Umanaa berhasil meraih medali nasional bidang Astronomi. Mereka juga masuk 20 besar nasional sekaligus masuk dalam 15 karya terbaik nasional pada Olimpiade Pertanian Indonesia.
Prestasi lain diraih melalui Indonesian Student Science Competition (ISSC), di mana santri Al Umanaa berhasil membawa pulang Medali Perak bidang Sosiologi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan akademik santri tidak hanya terfokus pada satu bidang ilmu, tetapi berkembang secara multidisipliner.
Di bidang kebahasaan dan intelektual, santri Al Umanaa juga tampil gemilang. Mereka berhasil meraih Juara 1 Debat Bahasa Indonesia tingkat provinsi dan kabupaten. Prestasi ini menjadi indikator kuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta argumentasi yang selama ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di lingkungan pesantren.
Sementara itu, pada bidang olahraga, Al Umanaa menunjukkan eksistensinya melalui raihan Juara 1 Sepak Takraw tingkat provinsi. Salah seorang santri bahkan dipercaya menjadi delegasi pada Kejuaraan Nasional Sepak Takraw U-18. Selain itu, tim futsal Al Umanaa berhasil meraih Juara 2 tingkat provinsi.
Keunggulan para lulusan juga terlihat pada kemampuan penguasaan bahasa asing. Sejumlah santri berhasil mencapai kategori Mahir pada TOAFL Prediksi, lulus JLPT Prediksi N5 Bahasa Jepang, serta memperoleh nilai sempurna dalam HSK Bahasa Mandarin. Di saat yang sama, capaian tahfiz para lulusan mencapai hingga 12 juz Al-Qur’an.
Kepala SMA Al Umanaa Boarding School, Ustadzah Amalia Dianah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan.
“Keberhasilan diterima di berbagai perguruan tinggi ternama merupakan capaian yang patut disyukuri. Namun keberhasilan sejati adalah ketika seorang santri tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mampu menjadikan ilmunya sebagai sarana pengabdian bagi umat, bangsa, dan peradaban,” terangnya saat memberikan sambutan di acara pelepasan para siswa yang di gelar di Pondok Pesantren Al Umana, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Minggu (21/6/2026).
Sejak berdiri pada tahun 2017, Al Umanaa memang menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Dalam waktu kurang dari satu dekade, sekolah ini berhasil menempatkan alumninya di berbagai kampus unggulan nasional melalui jalur prestasi, rapor, maupun seleksi nasional.
Tidak hanya itu, para santrinya juga kerap menorehkan prestasi pada bidang penelitian ilmiah, fotografi dan videografi, olimpiade sains, kompetisi bahasa, kepemimpinan, hingga dipercaya menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai forum internasional.
Deretan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren tidak hanya mampu mencetak generasi yang kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga kompetitif dalam bidang akademik, teknologi, bahasa, olahraga, dan kepemimpinan. Di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat, Al Umanaa berhasil menunjukkan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai Al-Qur’an dapat melahirkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, K.H. Mindjali Abdulghani Syarif, menegaskan seluruh lulusan yang dikukuhkan sebagai SABDA (Santri Abadi Al Umanaa) diharapkan tetap berpegang pada lima pilar pendidikan Al Umanaa, yakni Aqidah Islamiyah, Akhlakul Karimah, wawasan luas, keterampilan, dan kesehatan.
“Melalui lima pilar tersebut, Al Umanaa berkomitmen melahirkan Quranic Grounded Leader, yakni pemimpin yang berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an dan siap menghadirkan solusi bagi umat, bangsa, dan peradaban,” tegasnya.
Menurutnya, di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, SMA Al Umanaa Boarding School memilih jalan berbeda dalam mempersiapkan generasi masa depan. Sekolah berbasis pesantren ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, dan kemampuan hidup melalui sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Mengusung visi “Terwujudnya Kader Pemimpin Qurani yang Unggul dalam Akhlak, IPTEK, Keterampilan, dan Memiliki Kesehatan Prima”, Al Umanaa meyakini bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak cukup diukur dari kecerdasan intelektual semata. Pemimpin masa depan harus memiliki fondasi keimanan yang kuat, karakter yang kokoh, wawasan luas, keterampilan yang relevan, serta kesehatan fisik dan mental yang prima.
Atas dasar itulah, seluruh proses pendidikan di Al Umanaa dibangun di atas lima pilar utama, yakni Aqidah Islamiyah, Akhlakul Karimah, Berwawasan Luas, Terampil, dan Sehat. Kelima pilar tersebut menjadi fondasi dalam membentuk santri yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus mampu memberikan solusi bagi masyarakat dan peradaban.
“Capaian tahun ini semakin mengukuhkan Al Umanaa sebagai salah satu sekolah berbasis pesantren yang mampu melahirkan lulusan berprestasi, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat nasional,” terangnya.
Adapun komitmen menjadi penggerak peradaban juga diwujudkan secara nyata melalui penyerahan wakaf sebesar Rp50 juta dari santri tingkat akhir sebagai mahar untuk Al Umanaa. Wakaf tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan di Al Umanaa tidak berhenti pada pencapaian pribadi, melainkan melahirkan kepedulian dan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat. Simbolisasi wakaf dilakukan oleh Aulia Ghani sebagai perwakilan santri akhir dan diterima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Al Umanaa, Ustadz Mahdi Karim.
The post Lima Pilar Pendidikan Al Umanaa Sukabumi Berbuah Prestasi, Santri Lolos PTN Elite dan Juara Nasional appeared first on Radar Sukabumi.


