SUKABUMI — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus mendorong peningkatkan mutu dan kelengkapan fasilitas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) guna menahan laju masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, maraknya imbauan atau fenomena warga yang memilih berobat ke negara tetangga harus disikapi dengan introspeksi diri serta pembenahan layanan kesehatan di dalam negeri, ketimbang meresponsnya secara negatif.
“Kita harus introspeksi diri. Jangan selalu menyalahkan, energinya tidak bagus. Kita perbaiki saja layanan kita supaya orang tidak ke sana,” ujar Budi Gunadi Sadikin usai meresmikan empat layanan canggih di RSUD Sekarwangi Cibadak pada Rabu (12/08).
Menurut Menkes, salah satu penyebab utama warga daerah pergi berobat ke luar negeri adalah terbatasnya fasilitas canggih yang sebelumnya hanya terkonsentrasi di rumah sakit rujukan tingkat provinsi atau ibu kota. Kondisi tersebut memicu penumpukan pasien dan antrean panjang di rumah sakit besar di Jakarta, yang akhirnya mendorong masyarakat mampu memilih opsi berobat ke luar negeri.
“Dulu wajar kalau orang Sukabumi yang mau dapat layanan CT Scan atau pasang ring jantung harus ke Jakarta. Di Jakarta antreannya sudah penuh, jadi tidak kebagian. Akibatnya yang mampu larinya ke Malaysia dan Singapura. Nah, dengan adanya alat-alat canggih di RSUD ini, masyarakat jadi tahu bahwa dokter-dokter Indonesia juga mampu dan layanannya bagus,” tegasnya.
Menkes menyampaikan bahwa tren pasien Indonesia yang berobat ke Singapura kini sudah mulai menunjukkan penurunan. Sementara untuk Malaysia, meski pasarnya masih ada karena faktor biaya, laju pertumbuhannya sudah mulai melambat seiring dengan masifnya pembenahan fasilitas kesehatan di tanah air.
“Orang Indonesia itu kalau ada keluarga yang sakit pasti ingin menemani. Mana ada yang senang kalau operasi jantung harus ke Malaysia dan keluarga tidak bisa ikut mendampingi. Kalau ada layanan yang sama bagusnya di sini, pasti mereka memilih berobat di daerah sendiri,” tambahnya.
Selain modernisasi peralatan medis, Menkes Budi juga menggarisbawahi pentingnya tata kelola SDM tenaga kesehatan, termasuk pemberian gaji dan kesejahteraan yang layak bagi para dokter daerah. Menurutnya, dokter yang dihargai dan dijamin kesejahteraannya akan dapat bekerja dengan tenang, fokus, dan memberikan pelayanan optimal tanpa beban stres yang berlebihan.
Ia pun memberikan tolok ukur paling sederhana untuk menilai keberhasilan transformasi layanan di RSUD Sekarwangi.
“Ujiannya gampang: kalau Pak Bupati atau keluarganya sakit, tidak lagi dibawa ke Jakarta atau RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, tapi dirawat di sini. Kalau itu terjadi, artinya Direktur RSUD-nya luar biasa,” pungkas Menkes. (Den)
Artikel Menkes Dorong RSUD Sekarwangi Canggih, Tekan Warga Berobat ke Malaysia-Singapura pertama kali tampil pada Sukabumi Metro.




