Menkes Soroti Layanan Kesehatan Ibu Hamil di Sukabumi, Stunting Tembus 11.750 Anak

SUKABUMI — Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti penanganan kasus stunting di Kabupaten Sukabumi yang tercatat mencapai 11.750 anak. Menkes menegaskan bahwa kunci utama penekanan angka stunting berada pada intervensi dan pemantauan ketat terhadap ibu hamil guna mencegah bayi lahir prematur dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

“Stunting paling banyak terjadi begitu bayi lahir karena berat badannya kurang. Jadi sebenarnya intervensi yang harus diutamakan adalah ke ibu hamil. Kalau sudah lahir dan stunting, penanganannya jauh lebih sulit,” ujar Budi Gunadi Sadikin kepada Radar Sukabumi usai meresmikan fasilitas medis canggih di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Rabu (12/8).

Budi menjelaskan, kasus stunting di Indonesia didominasi oleh kelahiran bayi prematur dengan usia kandungan di bawah 37 minggu serta berat badan di bawah 2,5 kilogram. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) diminta memperketat layanan Ante Natal Care (ANC).

Kemenkes menginstruksikan peningkatan frekuensi pemeriksaan ibu hamil dari aturan sebelumnya menjadi 6 hingga 8 kali selama masa kehamilan, termasuk kewajiban pemeriksaan USG sebanyak dua kali.

Pemerintah pusat juga menyediakan alokasi anggaran daerah sekitar Rp50 miliar per tahun yang dapat dimanfaatkan untuk pemberian makanan tambahan berprotein hewani—seperti telur, ikan, atau ayam—bagi ibu hamil dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) di bawah 23,5 cm.

“Gizinya harus dijaga agar berat badan ibu naik minimal 0,5 kg per minggu. Asal gizinya dijaga, jangan sampai melahirkan bayi di bawah 2,5 kg,” tegasnya.

Ia meminta Bupati Sukabumi dan Dinas Kesehatan setempat melakukan evaluasi berkala bulanan terhadap Puskesmas guna memantau cakupan ANC, kondisi gizi ibu hamil, hingga rekapitulasi data kelahiran bayi BBLR dan prematur di tiap kecamatan.

Langkah penanganan stunting ini juga didukung oleh pemenuhan fasilitas kesehatan dasar. Dalam tiga tahun ke depan, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan melengkapi 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia dengan alat medis canggih, seperti Hematology Analyzer, Chemical Analyzer, USG, kursi gigi, EKG, hingga mesin X-ray.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Asep Japar mengatakan, bahwa pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memacu berbagai program strategis daerah. Salah satunya, penanganan masalah kesehatan masyarakat.

Untuk itu, Asep Japar menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas di wilayahnya untuk memperketat pemantauan berkala terhadap sasaran rentan. Langkah preventif ini berfokus pada pemenuhan gizi serta pendampingan intensif bagi bayi dan ibu hamil.

“Seluruh puskesmas nanti melakukan kegiatan rutin, seminggu sekali menyasar bayi dan ibu hamil. Pendampingan ini penting agar intervensi gizi serta penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) benar-benar berjalan, utamanya pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ujar pungkasnya. (Den)

Artikel Menkes Soroti Layanan Kesehatan Ibu Hamil di Sukabumi, Stunting Tembus 11.750 Anak pertama kali tampil pada Sukabumi Metro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *