Menteri KKP Pastikan Kuota Solar Nelayan Ciwaru Tepat Sasaran, SPBN Disiapkan

SUKABUMI – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, merespons sejumlah aspirasi nelayan Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, khususnya terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi, akses permodalan, hingga peningkatan kualitas hasil tangkapan.

Dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ciwaru, Rabu (4/11/2026), Sakti menegaskan bahwa kuota dan penyaluran solar bersubsidi harus benar-benar tepat sasaran serta mudah diakses langsung oleh para nelayan.

Menurutnya, keberadaan KNMP justru dapat membantu pemerintah melakukan pendataan jumlah nelayan dan armada kapal secara lebih akurat sehingga kebutuhan BBM bisa dihitung berdasarkan kondisi riil di lapangan.

“Justru hadirnya KNMP ini memastikan jumlah nelayan di sini. Kalau tidak salah kapalnya ada 420. Dari 420 itu kita bisa hitung kira-kira kebutuhan liternya berapa. Justru itulah yang memastikan kuotanya betul-betul tepat sasaran,” ujar Sakti.

Ia mengungkapkan, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Pembangunan fasilitas tersebut nantinya disesuaikan dengan jumlah kapal dan kebutuhan nelayan di masing-masing kawasan. Dengan begitu, pelayanan BBM bersubsidi dapat berjalan lebih efektif dan tidak menyulitkan nelayan.

Meski demikian, Sakti mengakui proses pembangunan SPBN tidak bisa dilakukan secara instan karena terdapat sejumlah kendala teknis dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Namun, ia memastikan setiap kawasan Kampung Nelayan Merah Putih akan didata dengan baik agar memperoleh pelayanan dan kuota BBM sesuai kebutuhan.

“Tidak bisa langsung cepat karena memang ada beberapa kendala dan persyaratan. Tapi saya pastikan di setiap Kampung Nelayan Merah Putih itu akan terdata dengan baik dan kemudian pasti akan dilayani dengan jumlah SPBN atau kuota SPBN yang tepat,” tegasnya.

Selain BBM, Sakti turut menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi masyarakat nelayan. Ia meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) lebih aktif mendukung pembiayaan masyarakat pesisir karena dinilai memiliki pengalaman dan jaringan kuat hingga tingkat akar rumput.

Menurutnya, penguatan koperasi juga menjadi bagian penting dalam ekosistem Kampung Nelayan Merah Putih. Koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperoleh dukungan pembiayaan untuk menjalankan aktivitas usaha.

Di sisi lain, pemerintah juga akan menjajaki kerja sama dengan para pembeli atau buyer, baik di pasar lokal maupun internasional, untuk memperkuat penyerapan hasil tangkapan nelayan.

Sakti menilai pembenahan sarana dan prasarana di KNMP harus diikuti peningkatan kualitas produk perikanan agar memiliki daya saing lebih baik.

Salah satu perhatian yang disampaikan adalah penyempurnaan fasilitas penyimpanan ikan, termasuk pembangunan pabrik es yang menggunakan teknologi berbasis air laut.

Menurutnya, penggunaan es berbahan air laut dapat membantu mempertahankan kualitas ikan hasil tangkapan nelayan dibandingkan penggunaan es dari air tawar.

Ia juga meminta fasilitas penyimpanan ikan dilengkapi penutup agar hasil tangkapan tidak terkena hujan yang dapat menurunkan kualitas produk.

Sakti menyebut sejumlah pembenahan teknologi tersebut mulai mendapat respons positif dari pasar, baik lokal maupun internasional.

Pemerintah berharap penguatan fasilitas KNMP, kepastian pasokan BBM, dukungan permodalan, serta kemitraan pemasaran dapat membangun ekosistem usaha perikanan yang lebih kuat dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

The post Menteri KKP Pastikan Kuota Solar Nelayan Ciwaru Tepat Sasaran, SPBN Disiapkan first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *