
SUKABUMI – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi melalui Komisi Bidang Komunikasi, Informasi dan sosialisasi, H. Syamsul, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Jampang Ngabhuana 3 yang digelar di Lapang Lodaya Setra, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Sabtu (10/10/2026).
Menurut H. Syamsul, kegiatan yang diinisiasi Paguyuban Jampang Tandang Makalangan tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif dan aspiratif. Selain menjadi ruang kreativitas masyarakat, kegiatan itu dinilai dapat memperkuat kebersamaan serta mendorong terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang religius dan Mubarakah.
Baca Juga: Lima Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi, Dua Orang Masih Dicari
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga perlu diiringi penguatan nilai-nilai keagamaan serta hubungan yang harmonis antara ulama dan umaro atau pemerintah.
“Harapan kami ke depan, salah satunya menuju Kabupaten Sukabumi yang benar-benar Mubarakah, religius, dan tidak memisahkan ulama dengan umaro. Keduanya harus bisa berjalan beriringan dan saling mengingatkan,” ungkap H. Syamsul.
Menurutnya, sinergi antara ulama dan pemerintah sangat penting untuk menjaga arah pembangunan agar tetap memperhatikan nilai moral, keagamaan, serta kepentingan masyarakat luas.
Ia berharap Jampang Ngabhuana dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang sehingga menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga budaya lokal sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan.
Baca Juga: Jampang Ngabhuana 3 Jadi Momentum Satukan Kekuatan Warga Pajampangan
Selain mendukung keberlanjutan kegiatan, H. Syamsul juga mengusulkan agar penyelenggaraan Jampang Ngabhuana pada tahun berikutnya dilengkapi dengan kegiatan keagamaan, seperti syukuran, pengajian, dan tabligh akbar.
Menurutnya, perpaduan kegiatan budaya dan keagamaan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat Pajampangan.
Dengan demikian, Jampang Ngabhuana tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi penguatan keimanan serta kebersamaan umat.
“Atas nama pengurus MUI Kabupaten Sukabumi, kami mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali dilaksanakan dan semakin baik, termasuk dengan adanya syukuran, pengajian, serta tabligh akbar,” ujarnya.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk terus mengembangkan Jampang Ngabhuana sebagai kegiatan yang mampu menyatukan unsur budaya, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan ulama, Jampang Ngabhuana diharapkan turut berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, religius, serta berlandaskan semangat Mubarakah.
The post MUI Kabupaten Sukabumi Apresiasi Jampang Ngabhuana 3, Dorong Sinergi Ulama dan Umaro first appeared on Sukabumi Ku.




