
SUKABUMI – Dugaan pelecehan terhadap siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mencuat setelah orang tua mengungkap sejumlah kejadian yang diduga dialami anak saat mengikuti kegiatan les Bahasa Inggris di lingkungan sekolah.
Dugaan tersebut turut menyebut seorang guru honorer berinisial AA (56) yang disebut orang tua berkaitan dengan kegiatan les tersebut.
Namun, dugaan itu belum terverifikasi secara hukum dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Salah seorang orang tua murid berinisial S mengungkapkan, anaknya yang masih duduk di kelas awal SD diduga mengalami tindakan yang dinilai tidak pantas ketika mengikuti kegiatan les.
Menurut keterangan orang tua, anak tersebut pernah diajak ke ruang guru. Di tempat itu, anak disebut mengalami sentuhan pada bagian kepala dengan alasan agar menjadi pintar.
Orang tua juga menyampaikan adanya dugaan sentuhan pada bagian paha seorang anak yang disebut terjadi di ruang kelas.
Selain itu, terdapat informasi mengenai seorang anak yang disebut pernah dibawa ke musala sekolah. Namun, apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa tersebut belum diketahui secara pasti dan masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.
“Anak saya pernah diajak ke ruangan guru. Katanya supaya pintar, kemudian kepalanya disentuh,” ujar orang tua murid.
Ia juga menyampaikan kekhawatirannya setelah mendengar adanya informasi mengenai dugaan kejadian lain yang dialami siswa.
“Kami khawatir jangan sampai ada anak lain yang mengalami hal serupa, bahkan mungkin lebih parah,” katanya.
Kegiatan les Bahasa Inggris yang disebut berkaitan dengan dugaan tersebut diketahui berlangsung di lingkungan sekolah dan baru berjalan sekitar satu bulan sebelum dihentikan pihak sekolah sekitar sepekan terakhir.
Orang Tua Minta Sekolah Buka Posko Pengaduan
Munculnya sejumlah informasi tersebut membuat orang tua meminta sekolah membuka ruang pengaduan bagi wali murid.
Menurut mereka, saluran pengaduan diperlukan agar siswa maupun orang tua yang memiliki informasi serupa dapat menyampaikannya dengan aman.
“Harusnya sekolah membuat pengumuman kepada para wali murid dan membuka posko pengaduan. Ditakutkan ada korban lain yang mengalami kejadian lebih parah,” ujar orang tua murid.
Ia berharap persoalan tersebut tidak hanya berhenti pada penghentian kegiatan les, tetapi juga ditindaklanjuti dengan langkah yang dapat memastikan keamanan seluruh siswa.
Kepala Sekolah Klaim Sudah Terbuka
Sementara itu, Kepala Sekolah berinisial AM mengatakan pihak sekolah telah melakukan langkah keterbukaan dalam menangani persoalan tersebut.
Melalui pesan yang disampaikan kepada media, AM menyebut terdapat kemungkinan perbedaan pemahaman mengenai teknis penanganan antara pihak sekolah dan pihak luar.
“Muhun om, saleresna mah hal éta parantos ditempuh sacara terbuka. Mung panginten hal teknis anu benten antara kahoyong anu ka Om sareng teknis sakola. Sanés hartosna teu terbuka,” kata AM.
AM juga menyebut persoalan tersebut kemungkinan telah dibicarakan bersama pihak komite sekolah.
“Malih panginten parantos sareng komite. Alhamdulillah parantos diémutan. Hatur nuhun,” ujarnya.
The post Ngeri! Siswi SD di Cibadak Sukabumi Diduga Jadi Korban Pelecehan first appeared on Sukabumi Ku.


