Ormas dan OKP se-Cibadak Ngumpul, Kadis Sendi Apriadi Paparkan Rencana Pembangunan Alun-alun Rp4,67 Miliar

SUKABUMI – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) se-Kecamatan Cibadak berkumpul dalam kegiatan sosialisasi rencana pembangunan Alun-alun Cibadak di kawasan Lapang Sekarwangi.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, memaparkan rencana penataan Lapang Sekarwangi yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Cibadak.

Kegiatan berlangsung di Kafe Warkopyor, Kelurahan Cibadak, Rabu (07/10/2026) dan melibatkan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cibadak serta perwakilan dari 15 Ormas dan OKP.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy’ari Copot Foto Wapres Gibran Usai Putusan MK

Sendi menjelaskan pembangunan Alun-alun Cibadak bukan sekadar menghadirkan ruang terbuka publik, tetapi juga diarahkan untuk menjawab perkembangan Cibadak sebagai kawasan yang semakin strategis.

Ia menyebut gagasan mengenai penataan Cibadak sebenarnya telah dirancang sejak dirinya menjabat sebagai lurah pada 2006–2008.

“2006–2008 saat saya jadi lurah ada grand design bagaimana Cibadak ke depannya. Sekarang sudah 20 tahun, yang sudah direncanakan akan terwujud secara bertahap,” ujar Sendi.

Berdasarkan informasi proyek yang terpasang di Lapang Sekarwangi, pekerjaan tersebut bernama Paket Pekerjaan Pembangunan Alun-alun Cibadak.

Suasana sosialisasi pembangunan Alun-alun Cibadak yang dihadiri perwakilan Ormas dan OKP di Kafe Warkopyor, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (07/10/2026). (Foto: Mulvi M Noor/Sukabumiku.id)

Baca Juga: Penumpang Mancanegara KA Pangrango-Siliwangi Naik 17,17 Persen, Stasiun Sukabumi Terbanyak

Nilai kontraknya mencapai Rp4.678.434.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan pada 28 September 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Sendi menjelaskan pembangunan Alun-alun Cibadak akan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sejumlah fasilitas yang akan dibangun meliputi lapangan, jogging track, area UMKM, gerbang utama, hingga landmark Nayor.

Menurut Sendi, keberadaan ruang publik tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat masyarakat beraktivitas, tetapi juga memiliki fungsi sosial, budaya, keagamaan, dan ekonomi.

“Cibadak adalah puser, atau di istilah tata kota itu satelit. Tempat berkumpul semua sistem sosial. Dan perkembangannya setiap tahun berubah,” katanya.

Baca Juga: 6 Posisi Tempat Tidur yang Dipercaya Membawa Energi Positif Menurut Feng Shui

Disiapkan Mengikuti Perkembangan Cibadak

Sendi mengatakan perkembangan akses menuju dan keluar wilayah Sukabumi menjadi salah satu alasan penataan Cibadak perlu dipersiapkan sejak sekarang.

Ia menyebut sejumlah akses tol, yakni Cicurug, Parungkuda, dan Cibolang, turut memengaruhi perkembangan mobilitas di kawasan tersebut.

“Ini harus kita persiapkan dari sekarang, bagaimana untuk mengisi perkembangan ini dan bisa berkembang menjadi sebuah pionir kota satelit,” ujarnya.

Dalam rencana tersebut, ruang terbuka publik di Lapang Sekarwangi diharapkan memiliki beberapa fungsi.

Baca Juga: Pembakaran Tak Bertanggung Jawab Picu Kebakaran Lahan di Cibarehong Surade

Pertama, menjadi ruang sosial dan budaya sebagai tempat masyarakat berkumpul. Kedua, menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan. Ketiga, menjadi pemantik aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk sektor ekonomi, Sendi mengatakan keberadaan pedagang di kawasan tersebut nantinya akan diarahkan agar berkembang dari sisi legalitas dan profesionalitas.

Belajar dari Alun-alun Jampangtengah

Sendi juga mencontohkan perkembangan Alun-alun di kawasan eks Terminal Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah.

Menurutnya, keberadaan alun-alun di wilayah tersebut turut mendorong perputaran ekonomi dan aktivitas masyarakat. Kawasan itu bahkan berkembang menjadi tempat transit bagi perjalanan menuju wilayah Pajampangan.

Ia berharap konsep serupa dapat menjadi pembelajaran dalam mengembangkan Lapang Sekarwangi, tanpa menghilangkan sejarah dan karakter Cibadak.

Baca Juga: Menjemput Asa Demokrasi Kita

Sendi mengatakan rencana pembangunan tersebut bukan gagasan yang baru muncul. Menurutnya, pembangunan Alun-alun Cibadak telah tercantum dalam RPJMD dan melewati beberapa periode perencanaan.

“Sudah empat kali RPJMD dan itu sudah ada sebenarnya. Mungkin tahun-tahun sebelumnya istilahnya jodohnya belum bertemu, dan baru ketemu hari ini dan bisa dieksekusi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sendi juga mengajak elemen kepemudaan dan organisasi masyarakat untuk memiliki visi yang sama terhadap pengembangan Cibadak.

“Saya berpikir ini saatnya kita saling rangkul. Saya berharap ada kesamaan visi,” pungkasnya.

The post Ormas dan OKP se-Cibadak Ngumpul, Kadis Sendi Apriadi Paparkan Rencana Pembangunan Alun-alun Rp4,67 Miliar first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *