Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA – Dibeberapa negara, disebutkan permintaan tenaga kerja berkompeten kian meningkat, seperti di negara Jepang, Jerman, Korea dan Timir Tengah. Ini menandakan perkembangan dunia kerja semakin dinamis, dan perlu diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten.
Permintaan tersebut tentunya menjadi peluang yang bagus bagi Indonesia, mengingat saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang puncaknya diperkirakan akan terjadi di tahun 2030. Perkembangan ekonomi global dan mobilitas tenaga kerja internasional semakin luas bagi tenaga kerja terampil, termasuk lulusan SMK.
Dalam sebuah kegiatan webinar, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, mengatakan, bahwa peta lulusan karier SMK tidak hanya berhenti di kawasan industri lokal, tetapi juga industri global.
Saat ini kata dia banyak negara yang kekurangan tenaga kerja karena usia produktif di negara-negara maju tidak bisa memenuhi permintaan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
Diinformasikan bahwa ndonesia sedang mengalami bonus demografi di mana jumlah anak-anak muda usia produktif melimpah. “Pertanyaan-nya, apakah kompetensinya siap mendunia. Di sinilah pendidikan vokasi memegang peran yang sangat penting,” ujarnya dikutip laman Kemendikdasmen, pada Selasa (2/6/2026).
“Jangan minder jadi anak SMK karena dunia hari ini tidak hanya mencari orang pintar, tetapi juga orang terampil, disiplin, dan mau belajar. Masa depan bukan milik mereka yang paling banyak teori, tapi milik mereka yang siap beradaptasi dan berani melangkah ke luar batas,” pesan Tatang.
Dikatakan Tatang, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Kemendikdasmen juga telah melepaskan lebih dari 3000 lulusan SMK untuk bekerja ke berbagai negara. Angka tersebut merupakan bukti bahwa dunia percaya kualitas lulusan pendidikan vokasi di tanah air (Indonesia).
Untuk itu, Tatang mengajak semua pihak untuk bersatu membangun ekosistem pendukung yang solid demi membuka akses informasi dan menyiapkan mental yang kuat bagi anak-anak SMK sehingga mampu bersaing di tingkat global.
“Mereka adalah bukti nyata bahwa SMK mendunia bukan slogan semata. Jangan pernah membatasi cita-citamu. Kuasai teknologi, bahasa asing, jaga integritas dan kuatkan karaktermu,” tuturnya
“Karena, walaupun kalian belajar di Indonesia, di luar sana sedang menanti karya terbaik anak-anakku sekalian,” ucap Tatang, menambahkan.
Sementara itu, Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, juga menjelaskan bahwa program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 diatur dalam Keputusan Mendikdasmen Nomor: 64 Tahun 2024, memberikan fleksibilitas kurikulum yang adaptif sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
Sehingga program ini membantu SMK menyiapkan penguasaan kompetensi inti di tahun 1-3, dan tambahan satu tahun penguasaan bahasa asing, penguasaaan kompetensi yang sesuai standar negara tujuan, penguasaan fisik dan mental, literasi hukum serta keuangan, pungkasnya. (Ron/*)
The post Peluang Karir Global Kian Terbuka, SMK Disebut Mendunia: Begini Penjelasannya appeared first on Radar Sukabumi.















