
SUKABUMI – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Sukabumi mulai mempersiapkan langkah politik menuju Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Di bawah kepengurusan baru periode 2026–2031, partai tersebut menargetkan perolehan enam kursi DPRD Kota Sukabumi, meningkat dari dua kursi yang diraih pada Pemilu 2024.
Target itu mengemuka dalam pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Sukabumi yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Kamis (15/10/2026).
Dalam kepengurusan terbaru, Yosep Pujianto dipercaya sebagai Ketua DPC PKB Kota Sukabumi. Ia akan didampingi Sabrina Ristawan sebagai sekretaris dan Agus Samsul sebagai bendahara untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
Pengukuhan dipimpin oleh perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Zainul Munasichin, serta dihadiri jajaran pengurus dan kader partai, perwakilan KPU dan Bawaslu Kota Sukabumi, serta DPC Partai Golkar Kota Sukabumi.
Perolehan enam kursi DPRD pada 2029 menjadi sasaran yang ingin dicapai PKB Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Yosep Pujianto. Jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2024 yang menghasilkan dua kursi, target tersebut berarti peningkatan tiga kali lipat.
Zainul Munasichin menyebut target itu sebagai tantangan bagi kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Tadi disampaikan Kang Yosep, target PKB Kota Sukabumi pada Pileg tahun 2029 yakni enam kursi. Tahun 2024 kemarin, PKB Kota Sukabumi menorehkan sejarah dengan capaian dua kursi DPRD Kota Sukabumi,” ujar Zainul.
Pencapaian target tersebut tentu membutuhkan persiapan organisasi, konsolidasi kader, serta kerja politik yang berkelanjutan. Namun, Zainul mengingatkan bahwa keberhasilan partai tidak semestinya hanya diukur berdasarkan banyaknya kursi yang berhasil diperoleh.
Menurutnya, jabatan politik seharusnya menjadi sarana untuk memperluas manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar tujuan akhir perjuangan partai.
“Jika diizinkan Allah, PKB Kota Sukabumi mendapat enam kursi di pemilu mendatang, insyaallah akan lebih menghadirkan banyak manfaat bagi masyarakat. Kita harus ingat, partai ini didirikan bukan untuk menjadikan anggota partai sebagai kepala daerah atau anggota dewan, melainkan agar lebih banyak memberikan manfaat bagi umat,” katanya.
Di balik target penambahan kursi legislatif, PKB Kota Sukabumi juga dihadapkan pada tantangan menjaga hubungan dengan masyarakat dan membangun kepercayaan terhadap partai politik.
Zainul mengingatkan jajaran pengurus agar tidak hanya aktif dalam kegiatan internal partai. Menurutnya, kader perlu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan warga, dan berupaya memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi.
“Di tengah situasi saat ini, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik sangat turun. Harus kita akui, masyarakat semakin tidak percaya terhadap partai politik. Dengan menjadi pengurus PKB, jangan sampai tidak bisa memberikan solusi terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan pengabdian sebagai salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan kepengurusan Yosep. Kerja politik di tingkat daerah diharapkan tidak hanya berorientasi pada kontestasi pemilu, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Zainul juga menekankan pentingnya menjalankan politik yang berorientasi pada kemaslahatan. Ia meminta kader tidak menghindari persoalan yang berkembang di masyarakat, melainkan menjadikannya sebagai tanggung jawab bersama untuk diselesaikan.
“Kita harus memastikan politik kita ada pada jalur kemaslahatan. Itulah doktrin politik Ahlussunnah wal Jamaah. Jangan menghindari masalah, harusnya masalah bisa diubah menjadi maslahat,” ungkapnya.
Selain membangun kedekatan dengan masyarakat, DPP PKB juga mengingatkan kepengurusan Kota Sukabumi untuk menjaga hubungan historis partai dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Zainul menyebut NU memiliki keterkaitan penting dengan kelahiran PKB. Karena itu, komunikasi dan sinergi dengan para ulama, kiai, serta warga Nahdliyin diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan organisasi.
“PKB lahir dari Nahdlatul Ulama, dan ini satu-satunya partai politik yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama. PKB adalah benar-benar partai yang dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama. Jadi sampai kapan pun, PKB tidak bisa dihapus dari Nahdlatul Ulama. PKB adalah jembatan aspirasi warga Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Ia berharap hubungan tersebut diwujudkan melalui kerja sama yang nyata, terutama dalam menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkan kepentingan umat.
“Saya berharap DPC PKB Kota Sukabumi agar tidak jauh-jauh dengan Nahdlatul Ulama, terus bersinergi dengan para kiai,” tandasnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, PKB Kota Sukabumi kini memiliki sejumlah agenda yang harus dijalankan, mulai dari konsolidasi internal, penguatan pengabdian kepada masyarakat, hingga persiapan menghadapi Pileg 2029.
Target enam kursi DPRD menjadi salah satu tolok ukur yang dicanangkan partai. Sementara itu, upaya membangun kepercayaan masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata menjadi pesan yang turut ditekankan dalam pengukuhan kepengurusan tersebut.
The post Pengurus dan Ketua Baru PKB Kota Sukabumi Dikukuhkan, Target Enam Kursi Jadi Agenda Utama first appeared on Sukabumi Ku.




