SUKABUMI – Kelompok Tani (Poktan) Bagja Sutra mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memberikan kepastian terkait rencana pembangunan Batalyon TP 345 Maung Sancang. Hingga kini, para petani mengaku masih diliputi kecemasan karena belum ada kejelasan mengenai lokasi alternatif pembangunan batalyon tersebut.
Desakan itu disampaikan Ketua Fraksi Rakyat sekaligus Tim Advokasi Poktan Bagja Sutra Baruajol, Rozak Daud, menyusul belum adanya solusi konkret setelah audiensi dengan pemerintah daerah di Pendopo Sukabumi pada 21 Oktober 2026.
Rozak mengatakan, titik koordinat lokasi yang sebelumnya diusulkan untuk pembangunan batalyon tersebut hingga saat ini belum mengalami perubahan. Kondisi itu membuat petani penggarap di kawasan tersebut masih khawatir terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian mereka.
Baca Juga: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,89 Persen, Dedi Mulyadi Sebut Kesempatan Kerja Mulai Meningkat
“Kami meminta segera ada solusi dari Pemerintah Daerah agar petani tidak terombang-ambing. Sampai saat ini petani masih cemas tanpa kepastian, karena untuk lokasi batalyon titik koordinatnya belum berubah,” ujar Rozak dalam keterangan persnya.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil inisiatif menyampaikan kondisi faktual di lapangan kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Meskipun pembangunan Yon TP merupakan bagian dari program nasional, ia menilai pemerintah daerah tetap memiliki peran penting dalam memberikan pertimbangan terkait penentuan lokasi, terutama karena menyangkut wilayah administrasi dan aktivitas masyarakat.
Rozak juga merujuk pada Telegram Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang, menurutnya, menginstruksikan agar penentuan lokasi dilakukan dengan mengoptimalkan koordinasi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat. Pertimbangan urgensi serta kondisi lahan juga disebut perlu menjadi bagian dari proses penentuan lokasi.
Ia menilai, usulan lokasi pembangunan batalyon tersebut perlu dikaji kembali karena terdapat aktivitas petani penggarap yang menggantungkan kehidupan dari lahan tersebut.
Baca Juga: Bantuan TMMD Ubah Kondisi Rumah Herlan di Ciemas, Kini Tinggal Menunggu Ditempati
“Di lahan yang ditunjuk dalam usulan itu terdapat persoalan di lapangan dengan petani penggarap. Adanya pembangunan Yon TP berpotensi mengambil ruang kehidupan masyarakat, sehingga perlu ada pertimbangan urgensi dari pemerintah daerah sebelum disampaikan kepada pemerintah pusat,” katanya.
Selain meminta solusi lokasi alternatif, Poktan Bagja Sutra juga mempertanyakan belum diterimanya notulensi audiensi di Pendopo pada 21 Oktober 2026. Dokumen tersebut dinilai penting sebagai bukti administrasi sekaligus pegangan bagi petani untuk menentukan langkah selanjutnya.
Rozak menyayangkan belum adanya tindak lanjut yang memberikan kepastian kepada masyarakat setelah pertemuan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah tidak membiarkan petani menghadapi persoalan itu sendirian.
“Kami meminta pemerintah daerah membantu mencari solusi dan memberikan pandangan serta analisis mengenai penentuan lokasi tersebut kepada pemerintah pusat. Jangan biarkan masyarakat berjuang sendiri mencari keadilan kepada lembaga vertikal di daerah yang memiliki kepentingan pembangunan ini,” tegasnya.
Baca Juga: Ancaman Tsunami Jadi Perhatian, Cisolok Libatkan 250 Orang dalam Latihan Kesiapsiagaan Bencana
Ia menambahkan, apabila pemerintah daerah belum dapat menyampaikan surat resmi kepada Kemenhan, setidaknya notulensi hasil audiensi dapat diberikan kepada petani agar mereka memiliki dasar administrasi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Kalau pemerintah daerah belum bisa bersurat ke Kemenhan, maka berikan kepada petani notulensi rapat di Pendopo agar petani sendiri yang bersurat ke Kemenhan,” ungkap Rozak.
Apabila notulensi tersebut tetap tidak diberikan, pihaknya menyatakan petani mempertimbangkan menggelar rapat akbar di ruang terbuka sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Hingga keterangan pers tersebut disampaikan, Poktan Bagja Sutra masih meminta pemerintah daerah memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut audiensi dan kemungkinan peninjauan lokasi pembangunan Yon TP 345 Maung Sancang.
The post Petani Bagja Sutra Minta Pemkab Sukabumi Segera Cari Solusi Lokasi Pembangunan Yon TP 345 Maung Sancang first appeared on Sukabumi Ku.
