SUKABUMI – Pengusaha sekaligus pendiri Barito Group, Prajogo Pangestu, masih menempati posisi sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes per Mei 2026 meski harga saham sejumlah emiten miliknya mengalami tekanan sepanjang tahun ini.
Tekanan di pasar modal tercermin dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), IHSG ditutup di level 6.723,32 atau turun 135,58 poin setara 1,98 persen secara harian.
Secara year to date (ytd), IHSG tercatat melemah sekitar 23,15 persen sejak awal tahun 2026.
Baca Juga : Resep Sambal Belut Pedas Gurih, Menu Sederhana yang Bikin Lahap Makan
Di tengah koreksi pasar tersebut, kekayaan Prajogo Pangestu diperkirakan masih mencapai sekitar 20,9 miliar dollar AS atau setara Rp 362,28 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.330 per dollar AS.
Kekayaan Prajogo Pangestu ditopang oleh bisnis energi, petrokimia, hingga sumber daya alam yang tergabung dalam Barito Group.
Sejumlah saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu juga tercatat mengalami penurunan sepanjang 2026.
Baca Juga : Resep Es Kelapa Selasih Jeruk Nipis, Minuman Segar ala Sukabumi Cocok Dinikmati Saat Cuaca Panas
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk dengan kode BREN ditutup di level Rp 3.200 pada perdagangan Rabu (13/5/2026), turun sekitar 66,93 persen sejak awal tahun.
Sementara saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berada di level Rp 4.300 atau melemah sekitar 14,85 persen secara year to date.
Adapun saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ditutup di level Rp 2.080 atau turun sekitar 34,80 persen sejak awal tahun.
Baca Juga : Resep Es Krim Kocok Blueberry Premium ala Sukabumi, Segar untuk Menu Buka Puasa
Kemudian saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berada di level Rp 850 setelah terkoreksi sekitar 62,88 persen sepanjang 2026.
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga turun menjadi Rp 1.010 atau melemah sekitar 41,11 persen.
Sementara itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) berada di level Rp 5.025 atau turun sekitar 55,13 persen sejak awal tahun.
Meski demikian, diversifikasi bisnis yang dimiliki Prajogo Pangestu dinilai masih menjadi penopang utama kekayaannya.
Di posisi kedua orang terkaya Indonesia terdapat Low Tuck Kwong dengan kekayaan sekitar 16,5 miliar dollar AS yang ditopang bisnis batu bara melalui Bayan Resources.
Sementara keluarga Hartono juga masih berada di jajaran teratas daftar orang terkaya Indonesia.
R. Budi Hartono tercatat memiliki kekayaan sekitar 15,8 miliar dollar AS, sedangkan Michael Hartono memiliki kekayaan sekitar 15 miliar dollar AS.(SE)
The post Prajogo Pangestu Tetap Jadi Orang Terkaya RI Meski Saham Grup Barito Tertekan first appeared on Sukabumi Ku.



















