PALABUHANRATU – Sebanyak 242 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Palabuhanratu akhirnya menanggalkan status mahasiswa. Mereka resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti Wisuda Sarjana ke-20 STAI Palabuhanratu di Grand Inna Samudera Beach Hotel Palabuhanratu.
Prosesi wisuda tersebut bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya masa kuliah. Di balik toga dan ijazah yang diterima, para lulusan dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih besar: persaingan dunia kerja yang kian ketat dan perubahan zaman yang bergerak cepat.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman di hadapan ratusan wisudawan. Ia mengingatkan, gelar sarjana bukan tiket otomatis menuju kesuksesan. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kompetensi yang kuat agar mampu bersaing. Namun, kemampuan akademik saja dinilai belum cukup tanpa dibarengi integritas dan akhlak.
“Kompetensi adalah kunci sukses. Kalau tidak memiliki kompetensi, akan kalah bersaing. Tetapi kompetensi juga harus diiringi integritas dan akhlak,” ujar Ade.
Ade mengatakan, semakin banyaknya lulusan perguruan tinggi membuat dunia kerja menjadi arena persaingan yang semakin terbuka. Kondisi tersebut menuntut para alumni untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Ia mendorong alumni STAI Palabuhanratu terus mengasah kemampuan, mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja, serta mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan yang muncul.
“Wisuda ini bukan akhir dari proses belajar. Teruslah belajar dan tingkatkan kompetensi. Jadilah lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.
“Ini menjadi bekal bagi para wisudawan untuk membawa nama baik almamater ketika memasuki lingkungan kerja maupun terjun langsung ke tengah masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua STAI Palabuhanratu Budi Munawar Khutomi menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan beserta orang tua yang selama ini memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Menurut Budi, pelaksanaan wisuda ke-20 merupakan bagian dari rangkaian hasil proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan STAI Palabuhanratu selama tahun akademik 2025/2026. Ia berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, sebanyak 242 lulusan tersebut kini memasuki babak baru. Gelar sarjana telah berada di tangan, sementara tantangan berikutnya menuntut mereka membuktikan bahwa ilmu, kompetensi, integritas, dan akhlak yang diperoleh selama menempuh pendidikan benar-benar mampu diwujudkan dalam kehidupan nyata,” singkatnya. (Ndi)
Artikel Ratusan Mahasiswa STAI Palabuhanratu Resmi Sandang Gelar Sarjana pertama kali tampil pada Sukabumi Metro.




