Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Kekesalan warga terhadap kondisi rusak parah ruas Jalan Cisaat–Kadudampit kian memuncak. Dalam sepekan terakhir, pengguna jalan di Kampung Gunungjaya, Desa Gunung Jaya, Kecamatan Cisaat, tercatat sudah tiga kali melakukan aksi protes dengan memasang atribut sindiran di jalur kabupaten tersebut.Aksi dilakukan bertahap: pertama warga menutup jalan rusak dengan janur kuning, kedua membuat replika makam lengkap dengan segunduk tanah dan bunga, dan terakhir membentangkan spanduk satire bertuliskan “RIP Sila Ke-5, Banyakin Tidur”.
Jalur wisata menuju Suspension Bridge Situgunung ini dinilai vital, namun tidak mendapat perhatian dari Pemkab Sukabumi.Aktivis muda asal Kadudampit, Kris Dwi Purnomo, menyayangkan sikap acuh pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi.
“Sudah banyak korban berjatuhan akibat jalan rusak ini, bahkan banyak influencer ikut mengkritik, tetapi bupati tetap diam saja,” ujarnya, Minggu (14/6).
Menurut Kris, kerusakan jalan berdampak sistemik terhadap perekonomian warga Kadudampit yang mayoritas bergantung pada komoditi sayuran. Hambatan mobilitas mencekik perputaran ekonomi, sementara kondisi jalan kupak-kapik juga memicu kerawanan kriminalitas.
“Jalan rusak seperti ini menjadi celah tindak kejahatan, salah satunya modus pembegalan dengan hipnotis,” tambahnya.
Ia menolak alasan efisiensi anggaran sebagai dalih penundaan perbaikan. Menurutnya, masih banyak kebocoran anggaran di sektor lain yang seharusnya bisa dialihkan untuk fasilitas publik mendesak. Kris juga mempertanyakan kontribusi CSR dari sektor pariwisata dan industri besar di kawasan tersebut.
“Wisata Jembatan Gantung tiap akhir pekan selalu penuh pengunjung. Belum lagi aktivitas kendaraan berat dari Pabrik Yakjin dengan tonase berlebih tiap jam 2 pagi lewat, tapi pemerintah diam saja. Pertanyaannya, ke mana anggaran CSR mereka? Harusnya bisa diarahkan untuk perbaikan jalan ini,” pungkasnya.(den/d)
The post Sering Makan Korban, Aktivis Desak Perbaikan Jalan Cisaat–Kadudampit appeared first on Radar Sukabumi.
