
SUKABUMI – Kesulitan menahan buang air kecil atau inkontinensia urine dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut salah satunya dapat terjadi ketika otot dasar panggul mengalami kelemahan.
Fisioterapis RSUD R Syamsudin, S.H., Yeni Milawati, menjelaskan inkontinensia urine merupakan kondisi ketika seseorang tidak mampu menahan keinginan untuk buang air kecil.
Menurut Yeni, terdapat sejumlah faktor yang dapat berkaitan dengan melemahnya otot dasar panggul. Di antaranya pertambahan usia, kehamilan dan persalinan, obesitas, kelemahan otot dasar panggul, serta kondisi tertentu lainnya.
Baca Juga: Ultah ke-49, Igor Tolic Ungkap Target Besar Bersama PERSIB Musim Ini
Untuk membantu menangani kondisi tersebut, fisioterapi dapat disertai latihan yang ditujukan untuk memperkuat otot dan mendukung fungsi dasar panggul.
Salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah ankle pumping sebanyak 10 kali. Gerakan ini dilakukan dengan menggerakkan pergelangan kaki secara berulang.
Selanjutnya terdapat hip abduction sebanyak 10 repetisi. Latihan ini melibatkan gerakan membuka tungkai ke arah samping.
Baca Juga: Jokowi Akhirnya Buka-bukaan Sudah Jadi Anggota PSI, Pamer KTA di Bandung
Kemudian hip adduction sebanyak 10 repetisi, yang dapat dilakukan dengan gerakan menjepit menggunakan paha.
Latihan berikutnya adalah Kegel exercise sebanyak 10 repetisi. Latihan ini ditujukan pada otot dasar panggul.
Yeni juga menjelaskan kombinasi bridging dengan Kegel exercise. Gerakan dilakukan dengan menekuk lutut, kemudian mengangkat panggul sambil melakukan kontraksi otot dasar panggul. Posisi tersebut ditahan selama tiga detik dan diulangi sebanyak lima repetisi.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sukabumi Senin 28 September 2026, Hujan Ringan
Latihan lainnya adalah isometric abduction. Gerakan dilakukan dengan memberikan tahanan pada lutut kemudian membuka lutut, dengan durasi tahanan tiga detik dan diulangi sebanyak lima repetisi.
Selain itu, terdapat double leg exercise yang dilakukan dengan menahan posisi selama tiga detik dan diulangi sebanyak lima repetisi.
Rangkaian latihan tersebut merupakan bagian dari program fisioterapi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan toleransi pasien.
Baca Juga: Update Terkini Kebakaran TPA Cikundul: Api Belum Padam, Area Terbakar Makin Meluas
Selain latihan, Yeni mengatakan fisioterapi untuk inkontinensia urine juga dapat dilakukan menggunakan metode HIFEM. Terapi tersebut dilakukan dengan frekuensi dua kali dalam satu minggu dengan durasi sekitar 28 menit setiap sesi.
Intensitas terapi kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan toleransi masing-masing pasien.
Karena kondisi setiap orang dapat berbeda, masyarakat yang mengalami gangguan menahan buang air kecil maupun keluhan lain yang berkaitan disarankan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga kesehatan.
“Jika mengalami nyeri dan gangguan yang seperti disebutkan, maka segera datang ke pusat layanan kesehatan di RSUD R Syamsudin, S.H.,” ujar Yeni.
Penanganan yang tepat dapat membantu pasien mendapatkan program terapi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
The post Sering Tak Bisa Menahan Kencing? Kenali Penyebab dan Latihan untuk Mengatasinya first appeared on Sukabumi Ku.




