Soal Keracunan Susu Kedaluwarsa di Cibadak, Anggota DPRRI Desak Evaluasi Total MBG di Sukabumi

SUKABUMI – Dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SDN Bojongkoneng, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan berbagai pihak.

Peristiwa yang diduga dipicu oleh susu kedaluwarsa dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi peringatan penting agar sistem pengawasan keamanan pangan diperketat.

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, menilai insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai kesalahan program, melainkan sebagai indikasi lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, setiap makanan dan minuman yang didistribusikan kepada peserta didik harus melalui proses pemeriksaan yang ketat sebelum dikonsumsi.

“Setiap makanan maupun minuman yang akan diberikan kepada anak-anak harus dipastikan aman melalui quality control yang baik. Jika proses pengawasan berjalan optimal, kejadian seperti ini seharusnya bisa dicegah,” ujar Heri Gunawan.

Legislator asal Daerah Pemilihan Kota dan Kabupaten Sukabumi itu mengatakan, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap seluruh rantai distribusi, mulai dari penyedia bahan pangan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga mekanisme pemeriksaan sebelum makanan diterima sekolah.

Ia menegaskan, kelalaian dalam memastikan kualitas pangan tidak hanya membahayakan kesehatan peserta didik, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

Heri menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan Program Strategis Nasional (PSN) yang telah menjadi bagian dari agenda pembangunan pemerintah. Karena itu, menurutnya, insiden tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan program, melainkan menjadi momentum memperbaiki tata kelola pelaksanaannya.

“Program ini memiliki tujuan yang baik dan manfaat besar bagi generasi penerus. Yang harus dibenahi adalah sistem pelaksanaannya agar setiap proses memenuhi standar keamanan pangan dan tidak terulang kembali,” tegasnya.

Ia juga mendorong pengelola MBG untuk bersikap terbuka dalam mengungkap penyebab insiden tersebut serta memberikan tindakan tegas apabila ditemukan adanya kelalaian dari pihak yang bertanggung jawab.

“Evaluasi yang dilakukan secara transparan akan menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan asupan gizi anak-anak tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan,” pungkasnya.

The post Soal Keracunan Susu Kedaluwarsa di Cibadak, Anggota DPRRI Desak Evaluasi Total MBG di Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *