Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Jagat maya diguncang oleh kisah pilu Sri Apriliani (22), gadis asal Kampung Pasirmuncang, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Video yang menggambarkan dirinya hidup sebatang kara di gubuk reot menyita simpati publik. Namun, pemerintah menegaskan bahwa potret tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi nyata.
Sekretaris Kecamatan Gegerbitung, Samsul Arifin, menyampaikan bahwa hasil pengecekan Forkopimcam menunjukkan rumah Sri sebenarnya bangunan permanen berbahan bata dengan ruang tamu berkeramik dan dua kamar tidur.
Bagian yang tampak reot dalam video hanyalah ruang tambahan untuk menyimpan perkakas dan pupuk.
“Secara umum rumah itu masih layak huni. Kondisi kesehatan maupun sosial ekonominya tidak sedramatis yang ditampilkan,” jelas Samsul, Selasa (21/04).
Sri memang yatim piatu sejak 2023, namun ia tidak sepenuhnya hidup sendiri. Ia masih dikelilingi keluarga besar—kakak, kakek, nenek, paman, dan sepupu—yang rutin memberikan pendampingan.
Terkait pendidikan, pemerintah menegaskan akses sekolah di Gegerbitung memadai dan gratis. Keputusan Sri berhenti sekolah di kelas 1 SMP lebih dipicu faktor pribadi dan rasa kurang percaya diri.
Sebagai bentuk perhatian, pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam menyalurkan bantuan serta merencanakan renovasi rumah Sri. Saat ini, ia tengah berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan intensif.
Samsul Arifin berharap momentum viral ini menjadi jalan bagi kesembuhan Sri sekaligus mengingatkan konten kreator agar melakukan klarifikasi dengan aparat setempat sebelum menyebarkan informasi.
“Kami berharap informasi yang disampaikan akurat dan tidak bias,” pungkasnya.(den/d)
The post Sri Gegerbitung Sukabumi Dapat Bantuan, Video Viral Diluruskan appeared first on Radar Sukabumi.











