Sudah Dua Minggu, 1.300 Siswa di Nagrak Sukabumi Tak Terima MBG

Seluruh siswa di SDN Negri Nyamplung, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, tidak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) selama dua minggu gegara adanya Surat Penetapan Sementara 2 (SPS-2) dari BGN. Foto: INILAHSUKABUMI.COM/IDAM

INILAHSUKABUMI.COM – Sekitar 1.300 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari tujuh sekolah di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, tidak menerima penyaluran makanan selama lebih dari dua minggu terakhir. Penghentian sementara distribusi tersebut disebut berkaitan dengan persoalan administrasi data sasaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Seorang tenaga pengajar sekolah dasar di Kecamatan Nagrak, Leli Hartati, mengatakan para siswanya sudah lebih dari dua minggu tidak mendapatkan makanan bergizi seperti biasanya. Kondisi itu membuat sejumlah siswa mempertanyakan kelanjutan program MBG di sekolah mereka.

“Selama dua minggu lebih dua hari murid kami tidak mendapat MBG. Anak-anak selalu menanyakan. Kami berharap kendala ini cepat teratasi, karena program ini sangat membantu sekaligus bermanfaat bagi anak-anak,” ujar Leli saat ditemui inilahsukabumi.com, Selasa (20/10/2026) kemarin.

Leli berharap penyaluran MBG dapat segera kembali berjalan normal sehingga para siswa bisa kembali menerima manfaat program tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Aslap SPPG Balekambang II, Ihwan Syaripudin, membenarkan penyaluran MBG kepada sejumlah sekolah belum berjalan selama dua minggu terakhir. Menurutnya, kendala berkaitan dengan Surat Penetapan Sementara (SPS) II dari BGN.

Ia menjelaskan, sekolah yang belum tercantum dalam data SPGN (Sasaran Pemenuhan Gizi Nasional) dari BGN belum dapat menerima distribusi MBG. Persoalan administrasi tersebut berdampak pada penyaluran makanan kepada ribuan penerima manfaat di wilayah kerjanya.

“Sekitar 1.300 penerima manfaat dari tujuh sekolah yang tidak kami distribusikan selama dua minggu ini sedang kami upayakan penyelesaiannya. Seluruh tim berupaya semaksimal mungkin mencari solusi terbaik agar penyaluran dapat segera kembali berjalan lancar bagi para siswa. Kami mohon doa dan kesabaran dari pihak sekolah,” kata Ihwan.

Pihak SPPG Balekambang II, lanjut Ihwan, meminta maaf atas terhentinya penyaluran MBG dan berjanji menyampaikan perkembangan terbaru kepada pihak sekolah maupun wali murid setelah ada kepastian penyelesaian.

Jika kendala berlangsung lebih lama, pihaknya mempertimbangkan alternatif berupa surat pernyataan dari sekolah yang kemudian ditembuskan kepada koordinator kecamatan (Korcam) dan koordinator wilayah (Korwil). Langkah itu diharapkan dapat membantu agar distribusi MBG kembali berjalan.

“Kalau memang ini berlangsung lama, kami akan berupaya memilih solusi lain, yakni membuat surat pernyataan dari pihak sekolah, nanti ditembuskan kepada Korcam dan Korwil, dengan harapan bisa didistribusikan kembali. Karena mereka sama-sama anak bangsa, jadi berhak memiliki hak yang sama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Idam
Redaktur: Rendi Rustandi

The post Sudah Dua Minggu, 1.300 Siswa di Nagrak Sukabumi Tak Terima MBG first appeared on Inilah Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *