
INILAHSUKABUMI.COM – Serangkaian gempa bumi mengguncang wilayah Sukabumi pada Kamis (15/10/2026) sore hingga Jumat (16/10/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tujuh kejadian gempa dengan magnitudo berkisar M 1,6 hingga M 4,1.
Gempa pertama yang cukup signifikan tercatat bermagnitudo M 3,5 pada pukul 17.49 WIB. Sembilan menit kemudian, gempa bermagnitudo M 4,1 terjadi pada pukul 17.58 WIB dan dirasakan warga dengan intensitas II hingga IV MMI.
Aktivitas kegempaan berlanjut setelah gempa utama. BMKG mencatat sedikitnya lima gempa susulan (aftershock) hingga Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Baca Juga: Gempa M 4,1 Guncang Kabandungan Sukabumi, 17 Rumah Rusak dan 52 Jiwa Terdampak
Berdasarkan analisis awal BMKG, rangkaian gempa di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi itu tergolong gempa dangkal. Aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan pergerakan struktur geologi atau sesar lokal di kawasan tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa penentuan sesar yang menjadi sumber gempa memerlukan analisis lebih lanjut, termasuk pengkajian lokasi hiposenter dan mekanisme sumber gempa.
“Secara tektonik, gempa-gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar atau struktur geologi lokal. Namun untuk memastikan sesar mana yang menjadi sumbernya, diperlukan analisis lokasi hiposenter dan mekanisme sumber secara lebih detail,” kata Suaidi Ahadi. (*)
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Sukabumi ‘Digoyang’ Gempa Tujuh Kali, Ini Penyebab Utama Menurut BMKG first appeared on Inilah Sukabumi.




