
SUKABUMI — Tiga hari penuh aktivitas, kebersamaan, dan pembelajaran akhirnya ditutup. Kegiatan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Jampangkulon resmi berakhir melalui upacara penutupan di Lapangan Tegalboled, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026).
Upacara penutupan berlangsung khidmat dan tertib. Peserta dari berbagai gugus depan, para pembina, panitia, serta jajaran pengurus Kwarran Jampangkulon mengikuti seluruh rangkaian prosesi hingga selesai.
Selama tiga hari, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang menuntut kedisiplinan, kemandirian, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama.
Baca Juga: Sering Tidur dengan Mulut Terbuka? Ini Dampaknya pada Bentuk Rahang dan Wajah Anak
Beragam aktivitas yang dilaksanakan menjadi ruang bagi peserta untuk belajar di luar lingkungan sekolah. Tantangan yang dihadapi bersama diharapkan mampu membangun rasa percaya diri sekaligus memperkuat karakter para anggota Pramuka.
Ketua Kwarran Jampangkulon, Hendra Wandi, mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dari awal hingga penutupan.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari dapat berjalan dengan baik. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik agar lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan,” ujar Hendra.
Baca Juga: Update Data Gempa M 7,7 NTT: 47 Korban Meninggal, Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak
Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai yang diperoleh melalui pengalaman langsung di lapangan dinilai dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menghadapi berbagai tantangan di kehidupan sehari-hari.
Hal senada disampaikan Sekretaris Mabiran Kwarran Jampangkulon, Ali Sutriyono. Ia menilai antusiasme peserta selama tiga hari kegiatan patut diapresiasi.
“Semoga apa yang didapatkan selama kegiatan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Nilai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan gotong royong hendaknya terus diterapkan setelah kegiatan ini selesai,” ungkap Ali.
Bagi para peserta, berakhirnya kegiatan bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran. Justru, pengalaman selama mengikuti kegiatan diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Minggu 16 Agustus 2026, Sukabumi Berawan Sepanjang Hari
Upacara penutupan pun menjadi simbol berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali semangat Pramuka: belajar, berkarya, bekerja sama, dan menjadi pribadi yang bermanfaat.
Kwarran Jampangkulon berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan semakin banyak generasi muda.
Dengan ditutupnya kegiatan ini, Lapangan Tegalboled kembali menjadi saksi lahirnya pengalaman baru para peserta Pramuka Jampangkulon pengalaman yang diharapkan menjadi bekal untuk tumbuh sebagai generasi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat gotong royong.
The post Tiga Hari Penuh Tantangan, Pramuka Kwarran Jampangkulon Resmi Ditutup first appeared on Sukabumi Ku.




