INILAHSUKABUMI.COM – Lagi, tembok penahan tanah (TPT) yang dibangun di pinggiran aliran sungai wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat, ambruk.
Kali ini dilaporkan terjadi di aliran anak Sungai Cipelang, Jalan Palabuhan Dua, Kampung Kadulawang RT 01 RW 01, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 09:15 WIB.
Sebelumnya TPT ambruk di aliran Sungai Cisuda, Jalan Baros Raya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Jumat (3/4/2026) pagi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengungkapkan cuaca ekstrem yang berlangsung beberapa hari terakhir ini di antaranya memicu ambruknya TPT irigasi anak sungai Cipelang.
“Dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur irigasi, tetapi juga pada bangunan di sekitarnya, termasuk satu unit rumah warga rusak,” ungkap Yoseph dalam keterangan tertulis diterima InilahSukabumi.com Senin malam.
Baca juga : Warga Kandara Sukabumi Heboh, Butiran Es Jatuh di Tengah Hujan Deras dan Angin Kencang
“Rumah rusak milik Ibu Eti, hingga mengakibatkan kerusakan pada bagian atap depan dan longsorannya berdampak pada area halaman belakang gudang distributor Indocafe,” sambung dia.
Yoseph menjelaskan ambruknya TPT irigasi anak sungai Cipelang tersebut memiliki dimensi panjang sekitar 8 meter dengan tinggi 6 meter dan ketebalan mencapai 1 meter.
“Selain berdampak pada bangunan rumah, juga material longsoran menutup aliran irigasi anak sungai Cipelang,” jelas dia.
Respons Cepat BPBD
Peristiwa ambruknya TPT irigasi anak sungai Cipelang ini terjadi pukul 09:15, sedang BPBD Kota Sukabumi menerima laporan pada pukul 11.42 WIB. Merespon laporan, langsung diterjunkan tim reaksi cepat dari Regu 1 ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.
“Tim sudah melakukan pengukuran luas terdampak dan memberikan bantuan darurat berupa terpal untuk menutup area longsoran guna mencegah pengikisan tanah lebih lanjut,” ujar Yosep.
Pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh tim teknis di lapangan.
Ancaman Longsor Susulan dan Banjir
Yosep mengharapkan bahwa perbaikan permanen pada TPT tersebut harus segera dilakukan. Pasalnya, sumbatan material di aliran irigasi berpotensi memicu banjir luapan ke pemukiman warga jika kembali turun hujan deras.
“Kami mengkhawatirkan adanya longsor susulan yang bisa memperparah kerusakan rumah warga dan menutup total aliran sungai. Koordinasi dengan perangkat daerah terkait terus dilakukan untuk langkah rekonstruksi,” harap dia.
Baca juga : Dramatis, Mobil Sedan di Sukabumi Hanyut ke Laut Usai Diterjang Banjir Luapan Sungai Katapang

TPT Sungai Cisuda Ambruk
Sebelumnya, hujan deras yang berlangsung pada Jumat (3/4/2026) memicu ambruknya TPT di bantaran Sungai Cisuda Jalan Baros Raya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.49 WIB tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dapur dan toilet. Selain itu, material longsoran TPT setinggi 3,5 meter tersebut kini menutup sebagian aliran Sungai Cisuda.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabbarudin, menjelaskan bahwa konstruksi TPT tersebut sebelumnya memang sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan.
“Posisi TPT berada tepat di bantaran Sungai Cisuda. Kondisinya sudah retak, ditambah adanya beban bangunan di atasnya serta rembesan air sungai yang terus menerus mengikis, sehingga TPT tersebut akhirnya ambruk,” ujar Yoseph.
Berdasarkan data hasil asesmen di lapangan, TPT yang ambruk memiliki dimensi panjang 12 meter dan tinggi 3,5 meter. Dampaknya merembet ke hunian warga yang berada di atasnya.
Adapun rincian kerusakan bangunan meliputi:
Rumah Pertama: Milik Ibu Hj. Kakay Kartika (1 KK, 3 jiwa), mengalami kerusakan pada area dapur dan WC seluas ±5 x 7 x 2 meter.
Rumah Kedua: Kerusakan pada area dapur seluas 3 x 3 x 3 meter.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, satu keluarga terdampak langsung akibat sebagian konstruksi rumahnya ikut terbawa longsoran,” tambahnya.
Cuaca Ekstrem Warga Waspada
Pada kesempatan ini, Yoseph, mengimbau agar masyarakat Kota Sukabumi tetap waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem. Karena prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan masih mengguyur hingga akhir April 2026.
“Saat hujan mengguyur deras, apalagi disertai angin kencang warga agar tetap waspada dan bila daerahnya rawan agar meningkatkan kesiapsiagaan. Juga bila ada terdampak cuaca ekstrem langsung lapor ke kantor kelurahan terdekat,” imbau Yoseph.
Redaktur : Budiyanto
The post TPT Irigasi Sungai Cipelang di Kadulawang Sukabumi Ambruk, Satu Rumah Warga Rusak first appeared on Inilah Sukabumi.







