Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Nasib malang menimpa MZ (16), remaja asal Kampung Benteng, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Ia menjadi korban serangan bom molotov dan harus menjalani operasi serius di RSUD Sekarwangi, Cibadak, setelah menderita luka bakar yang cukup luas.
Tim medis segera melakukan operasi debridemen untuk membersihkan jaringan kulit yang mati akibat paparan api, guna mencegah infeksi lebih lanjut. Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, menyebutkan penanganan intensif dilakukan sesaat setelah korban tiba di rumah sakit pada Minggu malam (26/04). “Saat ini pasien sudah dipindahkan ke ruangan NAS untuk observasi serta perawatan lanjutan,” ujarnya, Selasa (28/04).
Berdasarkan diagnosa medis, MZ mengalami luka bakar dengan total luas mencapai 23 persen, tersebar di area kepala, badan depan-belakang, sisi kiri tubuh, dan paling parah di bagian tangan. Meski kondisinya sadar penuh, korban masih tampak lemah dan membutuhkan istirahat total.
Tragedi ini diduga dipicu konflik antar-kelompok pemuda dari desa berbeda. MZ menjadi korban setelah bom molotov dilemparkan ke arahnya saat pertikaian terjadi di pemukiman warga. “Informasi yang diterima, ini terkait konflik antar-pemuda kampung. Perkembangan korban saat ini terus membaik, alhamdulillah,” tambah Irman.
Sebelumnya, warga Kampung Benteng digemparkan suara ledakan pada Minggu malam. Sejumlah pemuda yang diduga terlibat sempat diamankan warga sebelum diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.(den/d)
The post Tragedi Bom Molotov Gegerkan Warga Cicurug, Remaja 16 Tahun Luka Bakar 23 Persen appeared first on Radar Sukabumi.













