Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Perempuan tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemilih dalam setiap pesta demokrasi. Di tengah perkembangan politik nasional, perempuan didorong menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan, penyelenggaraan pemilu, hingga kepemimpinan di berbagai sektor publik.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Seminar Pendidikan Politik dan Kepemimpinan Perempuan yang digelar Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Komisioner KPU RI Iffa Rosita, Dosen Politik Program Studi Ilmu Administrasi Publik UMMI Ratna Istianah, serta aktivis perempuan Merri Sariningsih. Seminar menjadi ruang diskusi sekaligus penguatan kapasitas perempuan menghadapi tantangan demokrasi ke depan.
Ratna Istianah menegaskan isu kepemimpinan perempuan sengaja diangkat sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap perlunya peningkatan partisipasi dan kualitas keterlibatan perempuan dalam ruang publik maupun politik. “Politik bukan sesuatu yang harus dijauhi atau dianggap tabu. Politik adalah ruang untuk menyampaikan gagasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Karena itu perempuan perlu memiliki kesadaran dan keberanian untuk terlibat aktif,” ujarnya.
Menurut Ratna, peningkatan kualitas demokrasi tidak akan tercapai tanpa partisipasi perempuan yang kuat. Melalui pendidikan politik, perempuan diharapkan mampu memahami hak dan perannya dalam menentukan arah kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sosial, ekonomi, maupun pembangunan.
Komisioner KPU RI, Iffa Rosita, menilai pendidikan politik bagi perempuan menjadi agenda strategis dalam mempersiapkan demokrasi yang lebih inklusif menuju Pemilu 2029. “Perempuan bukan hanya objek pemilu, tetapi subjek yang menentukan arah demokrasi. Jumlah pemilih perempuan lebih dari 50 persen dan tingkat partisipasinya relatif lebih tinggi dibanding laki-laki,” jelasnya.
Iffa menambahkan, tren keterlibatan perempuan dalam berbagai tahapan pemilu terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, masih diperlukan dukungan sistem dan kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi perempuan untuk tampil sebagai pemimpin dan pengambil keputusan. “Pendidikan pemilih harus terus diperkuat. Kita ingin semakin banyak perempuan yang terlibat dalam seluruh proses demokrasi, baik sebagai pemilih, calon legislatif, pengurus partai politik maupun penyelenggara pemilu,” ujarnya.
The post UMMI dan KPU RI Perkuat Kepemimpinan Perempuan appeared first on Radar Sukabumi.







