Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Utama

Warga Pajampangan Blokade Truk ODOL, Suasana Tegang Warnai Aksi di Jalan Jampangtengah–Kiaradua

×

Warga Pajampangan Blokade Truk ODOL, Suasana Tegang Warnai Aksi di Jalan Jampangtengah–Kiaradua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUKABUMI – Aksi blokade truk bertonase besar atau over dimension overload (ODOL) oleh warga Kecamatan Lengkong dan masyarakat Pajampangan berlangsung dalam suasana tegang di ruas jalan provinsi Jampangtengah–Kiaradua, Selasa malam (28/4/2026).

Example 300x600

Sejak malam hari, puluhan warga berkumpul di titik-titik kerusakan jalan. Mereka menghadang setiap truk besar yang melintas, memaksa kendaraan untuk berhenti dan memutar balik arah. Sorotan lampu kendaraan, teriakan warga, hingga bunyi klakson yang bersahutan menambah ketegangan di lokasi.

Beberapa sopir truk sempat berupaya melintas, namun warga dengan tegas menghadang. Adu argumen tak terhindarkan, meski situasi masih dapat dikendalikan dan tidak sampai terjadi bentrokan fisik. Warga tetap bersikeras meminta seluruh kendaraan bertonase besar dialihkan ke jalur nasional Kiaradua–Bagbagan.

Baca Juga: SIM Keliling Polres Sukabumi Hadir Hari Ini, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Aksi ini merupakan bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah, terutama di wilayah Kecamatan Lengkong hingga perbatasan Kecamatan Simpenan sepanjang kurang lebih 11 kilometer. Jalan berlubang, bergelombang, dan licin saat hujan membuat pengguna jalan dihantui risiko kecelakaan.

Salah seorang warga Lengkong, Suparman, menyebut kesabaran masyarakat telah habis. Ia menegaskan, aksi ini adalah puncak kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan infrastruktur.

“Warga sekarang sudah tidak bisa menahan lagi. Kami minta truk overload putar balik dan lewat jalur nasional. Jalan di Lengkong sudah hancur, sangat membahayakan,” ujarnya.

Baca Juga: Jalan Surade–Ujunggenteng Mulai Dihotmix, Pengguna: Kini Lebih Nyaman Dilalui

Menurutnya, situasi di lapangan sempat memanas ketika beberapa sopir keberatan diputarbalikkan. Namun warga tetap menjaga agar aksi berlangsung tertib meski dalam tekanan emosi.

Aksi blokade juga dipicu pernyataan Dedi Mulyadi terkait penundaan perbaikan jalan tersebut. Warga menilai alasan penundaan akibat masih maraknya truk ODOL tidak diiringi dengan tindakan tegas di lapangan.

Dampak kerusakan jalan kini dirasakan luas, mulai dari terganggunya aktivitas ekonomi hingga keselamatan pengguna jalan. Pada malam hari, minimnya penerangan dan kondisi jalan yang rusak memperparah risiko kecelakaan.

Baca Juga: Pemekaran Sukabumi Utara Siap, Tinggal Tunggu Pusat Cabut Moratorium

“Kami bukan melarang truk, tapi jangan sampai jalan rusak terus dibiarkan. Kalau dibiarkan, masyarakat yang jadi korban,” tegas Suparman.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga di lokasi dengan suasana yang tetap tegang, sementara arus lalu lintas kendaraan berat dialihkan dan dijaga ketat oleh masyarakat setempat.

The post Warga Pajampangan Blokade Truk ODOL, Suasana Tegang Warnai Aksi di Jalan Jampangtengah–Kiaradua first appeared on Sukabumi Ku.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *