
BANDUNG – Krisis air bersih akibat kemarau panjang telah meluas hampir ke seluruh wilayah Jawa Barat. Dari 27 kabupaten dan kota di provinsi tersebut, 26 daerah dilaporkan mengalami krisis air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat krisis tersebut terjadi di 660 desa dan kelurahan yang tersebar di 246 kecamatan.
Dampaknya cukup luas. Sebanyak 291.607 kepala keluarga atau sekitar 943.492 jiwa tercatat terdampak krisis air bersih akibat kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Soroti Anggaran Jalan Garut 2026 yang Hanya Rp 80 Miliar
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, distribusi air bersih terus dilakukan oleh pemerintah bersama berbagai lembaga. Hingga Minggu (13/9/2026), lebih dari 25 juta liter air bersih telah disalurkan kepada warga terdampak.
Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan penyaluran air melibatkan sejumlah pihak, mulai dari PMI, PDAM, kepolisian, BBWS, Baznas, TNI, komunitas, dunia usaha, Kementerian Pekerjaan Umum, Tagana hingga pemerintah daerah.
“BPBD bersama sejumlah lembaga lainnya sudah menyalurkan lebih dari 25 juta liter air bersih untuk warga terdampak,” ungkap Hadi dikutip dari MI, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Selamat dari KM Virgo, Penumpang Ungkap Tak Ada Peringatan Sebelum Kapal Terbalik
Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan distribusi air bersih terbesar, yakni mencapai 9,8 juta liter.
Kebutuhan pasokan dalam jumlah besar juga tercatat di Kabupaten Bogor dengan 5,5 juta liter. Selanjutnya Kabupaten Pangandaran mencapai 1,3 juta liter dan Kabupaten Ciamis sekitar 1,2 juta liter.
Besarnya volume distribusi tersebut menggambarkan luasnya kebutuhan air bersih di tengah kemarau panjang yang masih berlangsung di Jawa Barat.
Baca Juga: Sungai Cikaso Dipenuhi Lumpur, Aktivitas Penambangan Emas Ilegal Jadi Sorotan
Meski demikian, terdapat satu daerah yang belum dilaporkan mengalami krisis air bersih, yakni Kabupaten Kuningan. Sementara 26 kabupaten dan kota lainnya telah masuk wilayah terdampak berdasarkan laporan BPBD Jawa Barat.
BPBD Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air bersih secara lebih hemat karena kondisi kemarau belum berakhir.
“Kemarau masih berlangsung. Kita harus lebih berhemat air bersih,” kata Hadi.
Dengan hampir 1 juta jiwa terdampak, kebutuhan air bersih di Jawa Barat masih menjadi persoalan yang harus diantisipasi selama kemarau berlanjut. Distribusi air pun masih menjadi salah satu langkah penanganan untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
The post 26 Daerah di Jabar Dilanda Krisis Air Bersih, Hampir 1 Juta Warga Terdampak first appeared on Sukabumi Ku.




