SUKABUMI – Band hardcore asal Sukabumi, Sayap Kiri, kembali menunjukkan eksistensinya di blantika musik independen dengan menyiapkan perilisan album terbaru yang menjadi penanda babak baru perjalanan mereka.
Setelah melalui berbagai dinamika sejak terbentuk pada akhir 2021 hingga awal 2022, Sayap Kiri kini hadir dengan formasi solid yang terdiri dari Kholil Gibran (vokal), Agung (gitar), Ado (drum), dan Abe (bass).
Vokalis Sayap Kiri, Kholil Gibran, mengatakan album terbaru ini lahir dari proses panjang yang penuh perjalanan, pencarian identitas, hingga pergulatan hidup yang diterjemahkan ke dalam musik yang lebih matang dan emosional.
“Album ini bukan cuma soal musik, tapi tentang proses hidup, realita, dan energi yang kami rasakan selama perjalanan band ini. Semua dituangkan secara jujur tanpa dibuat-buat,” ujar Kholil Gibran.
BACA JUGA : Echoes Rilis “The Breath Of Truth”, Gema Baru Hardcore dari Sukabumi
Menurutnya, Sayap Kiri terbentuk dari reuni tidak terduga para kawan lama yang sebelumnya sama-sama aktif di skena musik berbeda. Pertemuan itu kemudian melahirkan semangat baru hingga akhirnya membentuk Sayap Kiri.
Meski sempat mengalami pergantian personel dan perubahan posisi vokal, band ini terus bertahan dan menjadikan setiap dinamika sebagai bagian dari pembentukan karakter musikal mereka.
Pada 2023 lalu, Sayap Kiri sebenarnya telah merilis album perdana secara independen yang memuat sembilan lagu. Proses rekaman dilakukan di Masterplan Studio Bandung, sementara mixing dan mastering digarap oleh Offrecord.
Namun, perjalanan kreatif mereka belum berhenti. Sayap Kiri memutuskan menggarap ulang materi-materi lama dengan karakter vokal baru dari Kholil Gibran yang dinilai lebih kuat dan agresif.
“Dengan formasi sekarang, kami merasa chemistry dan arah musiknya lebih terasa. Karakter vokal yang lebih berat membuat identitas Sayap Kiri semakin kuat,” tambahnya.
BACA JUGA :Echoes Rilis “The Breath Of Truth”, Gema Baru Hardcore dari Sukabumi
ini juga melibatkan sejumlah musisi senior asal Sukabumi seperti Papap Armed dari Repton, Erik Bolonk, hingga Ari Qibow dari Oloxejo yang turut memberikan warna dalam beberapa lagu.
Secara musikal, Sayap Kiri tetap mempertahankan karakter musik keras dengan lirik yang mengangkat realita kehidupan sosial, keresahan, hingga pengalaman personal yang dibalut energi eksplosif khas mereka.
Setelah melewati berbagai panggung dan proses panjang, Sayap Kiri kini siap resmi merilis albumnya melalui Crowded Record Sukabumi. Perilisan ini menjadi momentum baru bagi band tersebut untuk memperluas jangkauan karya mereka ke skena musik yang lebih luas.
“Ini jadi titik awal baru buat Sayap Kiri. Semua yang kami lewati selama ini akhirnya terbayar lewat karya yang siap kami sebarkan,” tutup Kholil.
The post Band Hardcore Sukabumi Sayap Kiri Siap Rilis Karya Penuh Energi dan Perlawanan first appeared on Sukabumi Ku.



















