Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

Golok Cibatu: Dari Gang Kecil ke Pasar Dunia

×

Golok Cibatu: Dari Gang Kecil ke Pasar Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI — Di sebuah gang kecil di Cibatu, Sukabumi, berdiri sebuah toko sederhana yang menyimpan cerita besar. Toko itu milik Risman (37), seorang pengrajin golok yang berhasil membawa produk tradisional khas Jawa Barat menembus pasar internasional.

Example 300x600

Usaha ini dimulai delapan tahun silam. Tiga tahun pertama, Risman hanya mengandalkan pesanan lokal. Namun, keberanian untuk bermimpi lebih besar membuatnya mengajukan pinjaman KUR BRI sebesar Rp50 juta. Modal itu menjadi titik balik. Kini, pinjaman meningkat hingga Rp100 juta, dan usaha goloknya berkembang pesat.

“Di marketplace, kami menjual lewat akun Seni Bilah Cibatu dan Seni Golok Indonesia. Rata-rata omzet per bulan Rp30 sampai Rp50 juta. Produk kami beragam: pisau tebas, golok tebas, samurai, hingga kujang khas Jawa Barat,” jelas Risman.

Meski tokonya berada di dalam gang, pasar Risman justru meluas lewat jalur daring. Dari Tokopedia, Shopee, hingga TikTok, ia berhasil menjangkau pembeli dari seluruh Indonesia. Bahkan, pesanan datang dari luar negeri: Malaysia, Singapura, Jepang, hingga Amerika. “Kalau luar negeri kebanyakan ke Malaysia, kalau dalam negeri hampir seluruh Indonesia pernah pesan,” tambahnya.

Mantri BRI unit Cibaraja Cabang Sukabumi Satria pada saat silatuhami dengan UMKM Golok Cibatu

Produksi dilakukan dengan teliti. Dalam sebulan, Risman hanya mampu membuat sekitar 20 bilah pedang karena mengutamakan kualitas. Harga produk premium berkisar Rp1 juta hingga Rp4 juta, sementara pisau dijual mulai Rp150 ribu. “Kami tidak mengejar kuantitas, tapi kualitas. Itu yang membuat pelanggan percaya,” ujarnya.

Saat ini, Risman memiliki dua karyawan tetap dan lebih dari 30 pekerja tidak tetap yang membantu saat pesanan melonjak. “Dengan adanya bantuan BRI, usaha jadi maju. Modal tambahan dari KUR sangat membantu ketika pesanan meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit BRI Unit Cibaraja Cabang Sukabumi, Yus Fadli Ismail, menilai kisah Risman sebagai bukti nyata bahwa produk lokal bisa mendunia dengan dukungan finansial yang tepat.

“Golok Cibatu bukan sekadar senjata tradisional, tapi warisan budaya yang punya nilai seni tinggi. Risman membuktikan bahwa dengan modal, keberanian, dan kreativitas, produk lokal bisa menembus pasar internasional,” ujar Yus Fadli.

Kepala Unit BRI Unit Cibaraja Cabang Sukabumi, Yus Fadli Ismail

Ia menekankan bahwa BRI hadir bukan hanya sebagai pemberi pinjaman, tetapi sebagai mitra perjalanan usaha. “Kami ingin setiap nasabah merasa didampingi. Pinjaman KUR bukan sekadar angka, tapi jembatan menuju mimpi. Risman adalah contoh bagaimana UMKM bisa naik kelas, dari gang kecil di Sukabumi hingga ke pasar global,” tambahnya.

The post Golok Cibatu: Dari Gang Kecil ke Pasar Dunia appeared first on Radar Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *