Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

​Gempa Darat Magnitudo 2,6 Dirasakan Warga Kalaparea, Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG

×

​Gempa Darat Magnitudo 2,6 Dirasakan Warga Kalaparea, Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INILAHSUKABUMI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 19 Mei 2026, tepat pukul 17.50 WIB.

Example 300x600

Meskipun bermagnitudo relatif kecil, yakni magnitudo 2,6, guncangan gempa ini sempat membuat sebagian warga terkejut karena pusatnya yang berada di darat dan tergolong dangkal.

​Berdasarkan data resmi hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 6.88 LS dan 106.81 BT. Secara spesifik, pusat gempa berada di darat pada jarak 13 kilometer arah Barat Laut Kota Sukabumi.

​Lebih lanjut, BMKG mencatat kedalaman hiposenter gempa ini cukup dangkal, yaitu hanya berada di kedalaman 12 kilometer dari permukaan tanah.

Baca juga : Warga Kalaparea Sukabumi Merasakan Guncangan Gempa, BMKG : Magnitudo 2,6

​Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, menjelaskan bahwa karakteristik lokasi episenter dan kedalaman tersebut menunjukkan bahwa gempa ini murni merupakan jenis gempa bumi dangkal.

​”Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di wilayah setempat,” jelas Hartanto dalam keterangan tertulis yang diterima InilahSukabumi.com Selasa (19/5/2026).

Warga Nagrak Rasakan Getaran Seperti Truk Melintas

​Dampak guncangan gempa bumi darat ini dilaporkan dirasakan cukup nyata oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan parameter BMKG, kekuatan guncangan di wilayah tersebut berada pada Skala Intensitas II – III MMI (Modified Mercalli Intensity).

​Pada skala II – III MMI, getaran gempa dirasakan nyata oleh orang-orang yang berada di dalam rumah. Sensasi guncangannya digambarkan seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas tepat di depan rumah.

​Beruntung, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan yang masuk mengenai kerusakan bangunan rumah warga maupun fasilitas umum akibat dampak guncangan gempa tersebut.

Baca juga : ​Pekerja Bangunan di Sukabumi Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Baja Ringan di SMKN 1 Cibadak

Diberitakan sebelumnya, bersamaan waktu maghrib, gempa darat berkekuatan magnitudo 2,6 pada Selasa (19/5/2026) pukul 17:50 WIB dirasakan sejumlah warga di Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat Sukabumi

​Pihak BMKG memastikan terus melakukan pemantauan ketat pasca-guncangan terjadi. Berdasarkan monitoring terkini hingga pukul 18.12 WIB, situasi di lapangan terpantau relatif aman dan kondusif.

​”Hasil monitoring kami belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” tambah Hartanto.

​Menyikapi peristiwa ini, masyarakat Sukabumi dan sekitarnya diimbau untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

Warga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu atau informasi hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

​BMKG juga mengingatkan publik agar selalu memastikan informasi resmi terkait kebencanaan hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG, seperti, akun media sosial resmi: @infoBMKG​ website resmi BMKG, aplikasi gawai: Mobile Apps infoBMKG

Redaktur : Budiyanto

The post ​Gempa Darat Magnitudo 2,6 Dirasakan Warga Kalaparea, Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *