
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Di Kampung Cikiray Kudul, Cisaat, Sukabumi, sebuah rumah permanen berdiri kokoh. Rumah itu menjadi saksi perjalanan panjang pasangan suami istri Fitria Indriani (32) dan Edo (36), pengusaha distributor barang-barang kebutuhan pokok. Dahulu, mereka hanya tinggal di rumah kontrakan sederhana. Kini, berkat kerja keras dan dukungan permodalan dari Bank BRI, mereka berhasil memiliki rumah sendiri sekaligus mengembangkan usaha hingga meraih omzet puluhan juta rupiah setiap kali pengiriman.
Perjalanan usaha Edo dimulai jauh sebelum menikah. Sejak tahun 2004, ia sudah menjadi suplayer barang kebutuhan pokok dengan bermodalkan sepeda motor. “Dulu saya ngampas barang pakai motor, pelanggan pesan hari ini, besok saya antar,” kenangnya. Setelah menikah dengan Fitria pada 2014, perlahan usaha mereka berkembang. Mobil dan motor mulai dimiliki untuk memperluas distribusi.
Titik balik terjadi pada tahun 2019, ketika mereka memberanikan diri mengambil pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dengan modal itu, mereka membeli mobil L300 untuk memperbesar kapasitas distribusi. Pinjaman awal Rp150 juta melalui Kopedes, dalam waktu delapan bulan sudah di-top up menjadi Rp300 juta, lalu Rp500 juta. “Pinjaman mudah, sehari langsung cair karena kami sudah lama bermitra dengan BRI,” ujar Edo.
Kini, usaha mereka melayani berbagai wilayah, termasuk Jampang. Barang yang didistribusikan beragam, mulai dari rokok hingga kebutuhan pokok lain. Omzet sekali kirim bisa mencapai Rp60 juta hingga Rp100 juta, tergantung pesanan. “Kalau bawa barang banyak, kadang gagal tidak dibeli. Jadi sistemnya sesuai pesanan, lebih aman,” jelasnya.
Perjalanan dari rumah kontrakan hingga memiliki rumah sendiri menjadi simbol keberhasilan mereka. Dengan dua anak yang masih kecil, Fitria dan Edo berharap usaha ini terus berkembang, memberi masa depan lebih baik bagi keluarga. “Pokoknya kalau ada pelanggan butuh, kami langsung kirim. Itu prinsip kami,” kata Fitria.
Kisah pasangan ini adalah gambaran nyata bagaimana kerja keras, keberanian mengambil risiko, dan dukungan permodalan dari BRI mampu mengubah kehidupan. Dari motor sederhana, kini mereka mengendarai L300, dari rumah kontrakan kini memiliki rumah sendiri, dan dari usaha kecil kini menjadi distributor dengan omzet ratusan juta rupiah.
Kepala Unit BRI Unit Cisaat Cabang Sukabumi, Irfan Abdulrohman, menilai perjalanan Fitria dan Edo sebagai bukti nyata bagaimana BRI hadir mendampingi masyarakat dari usaha kecil hingga berkembang menjadi distributor besar.

“Pasangan Fitria dan Edo adalah contoh inspiratif bagaimana kerja keras dan keberanian mengambil pinjaman di BRI bisa mengubah hidup. Dari awal hanya bermodalkan motor, kini mereka mampu memiliki mobil L300, rumah sendiri, dan omzet ratusan juta rupiah. Kami bangga bisa menjadi mitra dalam perjalanan itu,” ujar Irfan.
Ia menambahkan, BRI tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang dengan nasabah. “Pinjaman yang awalnya Rp150 juta, kemudian naik menjadi Rp300 juta, hingga Rp500 juta, menunjukkan adanya kepercayaan timbal balik. Kami percaya usaha mereka sehat dan berkelanjutan, dan mereka percaya BRI selalu hadir ketika dibutuhkan. Inilah bentuk kemitraan sejati,” jelasnya.
Menurut Irfan, kisah Fitria dan Edo juga menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lain di Sukabumi. “Kami ingin semakin banyak masyarakat yang berani bermimpi dan mewujudkannya bersama BRI. Kisah ini membuktikan bahwa BRI bukan sekadar bank, melainkan sahabat perjalanan hidup masyarakat,” tutupnya.(*)
The post Dari Kontrakan ke Rumah Sendiri: Kisah UMKM Naik Kelas appeared first on Radar Sukabumi.



















