Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

​Bakar Ban di Depan Gedung DPRD, Mahasiswa UMMI Sukabumi Tuntut Kesejahteraan Buruh dan Guru Honorer

×

​Bakar Ban di Depan Gedung DPRD, Mahasiswa UMMI Sukabumi Tuntut Kesejahteraan Buruh dan Guru Honorer

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INILAHSUKABUMI.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar mimbar bebas di depan DPRD Kota Sukabumi, Sabtu (2/5/2026) sore.

Example 300x600

​Aksi mimbar bebas ini bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Dalam aksinya tersebut, mereka menyoroti persoalan ketenagakerjaan dan pendidikan terkait guru honorer.

Di antara para mahasiswa juga menyuarakan aspirasinya dengan orasi. Di tengah perjalanan aksinya, mereka juga membakar ban bekas, kepulan asap hitam pun mewarnai aksi.

Tuntutan mereka, mendesak pemerintah agar menghadirkan kebijakan yang tidak sekadar bersifat formalitas, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.

Baca juga : Karyawan PT Muara Tunggal Kirim Surat Terbuka untuk KDM, Ungkap Tiga Persoalan Penting

Mahasiswa juga menuntut pengangkatan guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) secara menyeluruh, adil, dan transparan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi para tenaga pendidik.

Mereka turut mendorong perbaikan sistem jaminan sosial bagi pekerja, termasuk guru, guna menjamin kehidupan yang lebih bermartabat.

Tidak hanya itu, kebijakan pendidikan yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan guru dan kualitas pembelajaran juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut.

Soroti UU Cipta Kerja dan Nasib Guru Honorer

Gubernur BEM Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sukabumi Aldi Aqli, mengungkapkan mimbar bebas ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Baca juga : Sudah Dua Bulan, Gaji 3.823 Guru dan Tenaga Honorer Pemprov Jabar Belum Dibayar

“Aksi ini momentum untuk memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional. Kami mengkritisi kebijakan pemerintah, terutama Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai belum berpihak pada buruh,” ungkap Aldi kepada awak media selesai aksi mimbar bebas.

Terus untuk pendidikan, ia melanjutkan, lebih terfokus pada bagaimana pemerintah bisa hadir untuk memberikan kesejahteraan pada guru honorer.

“Sebagaimana kita ketahui seratus ribuan lebih ribu lebih guru honorer itu masih digaji di bawah UMR,” kata Aldi.

Angka Pengangguran Kota Sukabumi Melampaui Target

Terus untuk isu terkait ketenagakerjaan di tingkat daerah Kota Sukabumi, para mahasiswa ini mengangkat terkait isu pengangguran. Di Kota Sukabumi sendiri angka pengangguran itu masih sangat tinggi, sekitar 8,19 persen.

Angka tersebut masih jauh dari target pemerintah daerah sebesar 6,9 persen.

Baca juga : Wali Kota Ayep Zaki di Hari Otonomi Daerah: Sukabumi Fokus Melawan Stunting dan Kemiskinan

“Ini menunjukkan program pemerintah belum sepenuhnya berdampak. Kami melihat masih ada kecenderungan program yang bersifat seremonial dan belum menyentuh akar persoalan pengangguran,” ujar dia.

Aldi berharap melalui aksi mimbar bebas ini pemerintah dapat lebih responsif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, baik di sektor ketenagakerjaan maupun pendidikan.

Redaktur : Budiyanto

The post ​Bakar Ban di Depan Gedung DPRD, Mahasiswa UMMI Sukabumi Tuntut Kesejahteraan Buruh dan Guru Honorer first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *