Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H, Kota Sukabumi menampilkan sisi historisnya kepada para tamu diplomatik dalam rangkaian kegiatan Diplomatic Forum tingkat kota, yang dirangkaikan dengan peresmian Pusat Terapi Regeneratif Regional Jawa Barat di lingkungan RS Bunut.
Dalam agenda tersebut, para duta besar berkesempatan meninjau langsung area rumah sakit, termasuk melihat bangunan bersejarah yang masih dipertahankan hingga kini. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Ruang Aster, bagian dari heritage rumah sakit.
Direktur Utama UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H, Yanyan Rusyandi, menjelaskan kunjungan ini bertujuan mengenalkan fasilitas sekaligus nilai sejarah rumah sakit kepada tamu internasional. “Ada dua kegiatan utama, yakni melihat fasilitas pelayanan kesehatan serta meninjau langsung bangunan heritage yang masih dipertahankan,” ujarnya, Kamis (23/4).
Ruang Aster dipilih sebagai bangunan heritage karena memiliki nilai sejarah kuat. Bangunan ini berdiri sejak tahun 1920 pada masa kolonial Belanda, dan hingga kini masih mempertahankan struktur aslinya. “Konstruksi utama seperti kayu, pondasi, hingga gentengnya masih asli dan tidak diubah,” jelas Yanyan.
Meski telah mengalami sejumlah renovasi untuk menunjang pelayanan medis modern, pihak rumah sakit tetap menjaga keaslian bangunan inti sebagai warisan sejarah. Kini, Ruang Aster difungsikan sebagai ruang perawatan bedah dengan kapasitas sekitar 30 pasien.
The post Bangunan Era Belanda Masih Bertahan di RS Syamsudin appeared first on Radar Sukabumi.













