Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

Bibit Samaah Nagrak: Menyemai Harapan dari Sukaraja

×

Bibit Samaah Nagrak: Menyemai Harapan dari Sukaraja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI – Suasana alam yang asri di dataran tinggi Sukabumi, tepatnya Kampung Nagrak Desa Cisarua Kecamatan Sukaraja, menjadi saksi lahirnya sebuah usaha pembibitan yang kini dikenal dengan nama Bibit Samaah Nagrak. Di antara hamparan hijau, 16 pekerja—terdiri dari 4 laki-laki dan 12 perempuan—sibuk merapikan dan menyemai bibit tanaman. Aktivitas mereka bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari denyut ekonomi lokal yang terus tumbuh.

Example 300x600

Usaha ini bermula pada tahun 2011, digagas oleh Dadang, dan kini diteruskan oleh menantu sekaligus anaknya, Rian Nugraha (44). Bibit yang dihasilkan beragam: tomat, cabai, cengek, terong, dan berbagai jenis tanaman hortikultura lain. Semua tersusun rapi di saung-saung pembibitan yang jumlahnya kini mencapai 15 unit.

“Bibit ini saya jual ke petani di Pelabuhanratu, Cikidang, Jampang, Cianjur, dan beberapa wilayah Sukabumi,” jelas Rian. Dengan harga mulai Rp200 hingga Rp300 per bibit, ia mampu meraup omzet harian Rp4 juta hingga Rp6 juta.

Awalnya, pelanggan datang dari mulut ke mulut antarpetani. Namun, kualitas bibit yang konsisten membuat usaha ini semakin dikenal. “Banyak testimoni petani yang merasa puas dengan bibit kami,” tambahnya.

Perjalanan usaha ini semakin berkembang setelah Rian mendapatkan suntikan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp40 juta dari BRI. Dana tersebut menjadi titik balik, memungkinkan perluasan usaha dari satu saung menjadi 15 saung pembibitan. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pinjaman KUR. Modal itu membuat usaha kami bisa tumbuh lebih besar,” ungkapnya.

Dalam sekali pembibitan, Rian mampu menyemai hingga 400 ribu benih. Bibit yang siap jual biasanya berusia 25 hari, dan hampir selalu habis sebelum membesar karena sudah dipesan terlebih dahulu. Meski ada risiko gagal tumbuh akibat cuaca atau obat, semangat para pekerja tetap terjaga. Mereka adalah warga sekitar yang diberi upah Rp120 ribu per hari, lengkap dengan makan dan kopi.

“Untuk harga, kami menyesuaikan dengan standar petani. Kalau terlalu mahal, mereka tidak mau beli. Kalau terlalu murah, kami tidak ada untungnya,” kata Rian.

Nama Bibit Samaah Nagrak dipilih sebagai identitas usaha, mencerminkan kebersamaan dan semangat lokal.

Sementara itu, Kepala Unit BRI Unit Sukaraja Cabang Sukabumi, Irwan Maulana, menegaskan bahwa dukungan terhadap usaha kecil seperti Bibit Samaah Nagrak adalah bagian dari komitmen BRI dalam membangun ekonomi kerakyatan. Menurutnya, Kredit Usaha Rakyat (KUR) bukan sekadar fasilitas pinjaman, melainkan instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah kehidupan masyarakat.

“BRI hadir bukan hanya sebagai bank, tetapi sebagai mitra yang berjalan bersama masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan melalui KUR benar-benar menjadi benih yang tumbuh menjadi kesejahteraan. Kisah Rian Nugraha dan Bibit Samaah Nagrak adalah contoh nyata bagaimana modal kecil bisa berkembang menjadi usaha yang memberi manfaat luas,” ujar Irwan.

Kepala Unit BRI Unit Sukaraja Cabang Sukabumi, Irwan Maulana

Ia menambahkan, keberhasilan usaha pembibitan ini menunjukkan bahwa akses permodalan yang tepat dapat membuka peluang besar bagi masyarakat desa. “Dari satu saung menjadi lima belas saung, itu bukan sekadar angka. Itu adalah simbol kerja keras, ketekunan, dan bukti bahwa masyarakat mampu mandiri jika diberi kesempatan. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan itu,” katanya.

Irwan juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha kecil. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada kemampuan mengelola keuangan dengan bijak. “Kami terus mendorong agar nasabah tidak hanya meminjam, tetapi juga belajar bagaimana mengatur arus kas, menabung, dan merencanakan masa depan. Dengan begitu, usaha mereka bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih jauh, Irwan melihat usaha seperti Bibit Samaah Nagrak memiliki dampak sosial yang besar. Selain membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, usaha ini juga memperkuat ekosistem pertanian lokal. “Setiap bibit yang disemai di sini adalah harapan baru bagi petani. Dan setiap petani yang berhasil panen adalah bagian dari rantai kesejahteraan yang lebih luas. Inilah yang kami maksud dengan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan, Irwan memastikan BRI akan terus hadir mendampingi masyarakat Sukaraja dan sekitarnya. “Kami ingin BRI menjadi sahabat sejati masyarakat. Bukan sekadar tempat transaksi, tetapi rumah bagi harapan dan masa depan,” tutupnya dengan penuh keyakinan.(*)

The post Bibit Samaah Nagrak: Menyemai Harapan dari Sukaraja appeared first on Radar Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *