Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Gebrakan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Tembus Diplomatic Club, Buka Gerbang Ekspor Stem Cell dan Kirim Guru ke Georgia

×

Gebrakan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Tembus Diplomatic Club, Buka Gerbang Ekspor Stem Cell dan Kirim Guru ke Georgia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INILAHSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melakukan langkah diplomasi yang tak lazim dalam peta politik lokal. Tak sekadar mengandalkan APBD, Ayep kini mulai “menjemput bola” ke kancah internasional melalui jalur eksklusif: Diplomatic Club.

Example 300x600

Kehadiran 14 (sebelumnya ditulis 16) duta besar dari berbagai belahan dunia dalam forum tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kota Mochi kini sedang dipersiapkan untuk masuk dalam percaturan kerja sama global.

Ayep Zaki mengungkapkan Diplomatic Forum bukan sekadar ajang seremonial karena Diplomatic Club merupakan wadah strategis bagi para duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia, sekaligus perwakilan diplomatik RI untuk luar negeri.

“Alhamdulillah, Wali Kota Sukabumi sudah diangkat menjadi member Diplomatic Club. Artinya, secara otomatis kita punya jalur komunikasi langsung dengan seluruh anggota di Jakarta,” ungkap Ayep Zaki kepada awak media selesai Gala Dinner of Diplomatic Forum di Gedung Juang 45, Senin (21/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, tercatat 14 duta besar negara asing dan 3 duta besar Indonesia hadir memberikan atensi khusus bagi potensi Kota Sukabumi.

Ke 14 duta besar yaitu Armenia, Hungaria, Polandia, Republik Ceko, Rumania, Thailand, Laos, Meksiko, Azerbaijan, Ukraina, Georgia, Kazakhstan, Guatemala, serta Denmark.

Georgia dan Hongaria Incar Kerja Sama Pendidikan

Hasil dari lobi-lobi “meja makan” ini pun langsung menunjukkan titik terang. Ayep menuturkan, sejumlah negara seperti Hongaria dan Georgia menunjukkan ketertarikan serius untuk menjalin hubungan Sister City.

“Tadi juga ada beberapa duta besar, terutama dari Hongaria, Georgia. Itu yang orang tuanya juga wali kota. Dan dia meminta saya untuk berangkat ke sana untuk menjalin satu kerja sama,” ujar Ayep.

Ia mengatakan salah satu fokus utama kerja sama yaitu sektor pendidikan. Pemkot Sukabumi berencana mengirim tenaga pengajar ke luar negeri sebagai bagian dari kolaborasi.

Begitu juga dari Georgia, mereka segera harus mempercepat karena item untuk perjanjian untuk negara Georgia itu hanya ada tiga tahapan. Kalau Indonesia punya sekitar 7 sampai 11 tahapan.

“Tapi kita akan upayakan secepatnya supaya kita menjalin satu kerja sama sehingga Kota Sukabumi bisa memberangkatkan guru-guru, tenaga pengajar TK, SD maupun SMP ke negara Georgia,” kata dia.

Selain pendidikan, lanjut Ayep, kerja sama juga akan merambah sektor kesehatan dan ekonomi. Bahkan, ia memiliki visi besar untuk mendorong ekspor berbasis teknologi kesehatan.

“Termasuk obsesi saya untuk bisa ekspor steam cell dari Indonesia ke berbagai negara,” ucap Ayep.

Ayep menjelaskan seluruh upaya diplomasi ini bertujuan mempercepat pembangunan Kota Sukabumi dengan dukungan dari negara-negara maju.

“Outcome kita, apa yang kita harapkan nanti adalah percepatan pembangunan di Kota Sukabumi sehingga kita tidak hanya didukung oleh internal Kota Sukabumi, tapi kita juga bisa berkomunikasi dengan negara-negara yang sudah maju,” jelas dia.

Ia juga menegaskan bahwa diplomasi modern tidak lagi terbatas pada hubungan antarnegara, melainkan dapat dilakukan langsung antar kota dengan cakupan kerja sama yang luas.

“Hubungan diplomatik bukan hanya politik, bukan hanya negara antar negara, tapi bisa antar kota dari dua negara. Dan itu bukan hanya politik, melainkan bisa pendidikan, ekonomi, kesehatan, pertanian, sosial budaya, dan lain sebagainya,” tegas Ayep.

Penandatanganan MoU Tiga Negara

Dalam waktu dekat, langkah konkret akan segera dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga negara. Rencananya besok (hari ini) akan ada penandatanganan perjanjian langsung. Ada dengan tiga negara langsung.

Kota Sukabumi dengan Armenia, Kota Sukabumi dengan Georgia, Kota Sukabumi dengan Rumania.

“Ada tiga negara yang sudah sepakat, tapi tadi juga dari Hongaria juga ini,” kata Ayep.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut akan dimulai dari tahap MoU sebelum masuk ke implementasi lebih rinci.

“MOU dulu setelah itu kita tingkatkan menjadi perjanjian kerja sama. Kalau dalam kerja sama sudah ada item-itemnya,” pungkasnya.

Redaktur : Budiyanto

The post Gebrakan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Tembus Diplomatic Club, Buka Gerbang Ekspor Stem Cell dan Kirim Guru ke Georgia first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *