Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

​Hanya 19 Hari, 5 Rumah dan 2 Masjid di Sukabumi Berhasil Dibangun Warga Binaan Lapas Warungkiara

×

​Hanya 19 Hari, 5 Rumah dan 2 Masjid di Sukabumi Berhasil Dibangun Warga Binaan Lapas Warungkiara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INILAHSUKABUMI.COM – Sebanyak lima unit rumah warga dan dua masjid di Kampung Warungkiara, Desa/Kecamatan Warungkiara, berhasil dibangun dengan waktu pengerjaan hanya 19 hari.

Example 300x600

Pengerjaannya melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Warungkiara yang didampingi para pekerja bangunan.

Selain itu di antara material bangunan yang digunakan, yaitu bata merupakan produk karya WBP dari Lapas Kelas I Tangerang.

Program bedah rumah dan masjid tersebut diresmikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto pada Rabu (10/6/2026).

Baca juga : Penyintas Bencana di Sukabumi Direncanakan Mendapatkan Huntap Bantuan dari Qatar di Lahan Citimu ?

“Pembangunan perumahan bukan tugas pokok kementerian kami, namun kami berupaya memberikan kontribusi nyata melalui pemanfaatan produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan,” ungkap Agus kepada awak media selesai peresmian.

“Kami ini pembantu Presiden. Tugas kami bagaimana bisa menjadi bagian yang memberikan kontribusi terhadap program-program yang beliau canangkan, termasuk ketahanan pangan dan penyediaan rumah murah,” sambung dia.

Pemberdayaan Warga Binaan sebagai Kunci

Agus menjelaskan material bangunan yang digunakan merupakan produk karya WBP dari Lapas Kelas I Tangerang. Juga tenaga kerja pembangunan rumah dan masjid melibatkan WBP Lapas Warungkiara yang didampingi para tukang dan pengawasan petugas.

​”Ini adalah bukti bahwa produk konstruksi kita mampu menghadirkan hunian layak dengan biaya relatif terjangkau dan waktu pengerjaan yang sangat cepat,” jelas dia.

​Menurut Agus, keterlibatan warga binaan dalam proses konstruksi di lapangan bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan bagian dari pembinaan sekaligus pemberdayaan agar mereka memiliki keahlian teknis yang nyata saat kembali ke masyarakat nanti.

Bahwa pendekatan kemanusiaan adalah kunci utama dalam sistem pemasyarakatan saat ini. Dengan memberikan keterampilan dan melibatkan WBP dalam proyek sosial, mereka akan merasa lebih dihargai.

​”Warga binaan itu manusia. Kalau kita perlakukan sebagai manusia, saya rasa mereka akan menerima pelayanan kita dengan baik. Ini adalah upaya kami memanusiakan manusia,” tutur Agus.

Proyek Uji Coba dengan Potensi Skala Nasional

Terkait pembangunan rumah, Agus, menuturkan pembangunan lima unit rumah dan dua masjid tersebut masih dalam tahap uji coba. Namun dalam pelaksanaannya dapat diselesaikan hanya dalam waktu 19 hari.

“Kecepatan pembangunannya cukup baik, bahannya relatif terjangkau, dan mampu menghasilkan rumah yang layak untuk masyarakat,” tutur dia.

Meski masih dalam tahap uji coba, pihak Kementerian Imipas telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah, termasuk di Jambi yang telah merealisasikan pembangunan tiga unit rumah menggunakan konsep serupa.

Ke depan, berencana mengembangkan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu melalui dukungan dana dari berbagai sumber, termasuk keuntungan pengelolaan kantin dan warung telekomunikasi (warter) di lapas dan rumah tahanan.

Menurut Agus apabila seluruh lapas dan rutan di Indonesia dapat berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), maka potensi bantuan bedah rumah bagi masyarakat akan sangat besar.

“Kalau satu lapas atau satu rutan bisa membantu satu rumah saja, sementara jumlahnya ada lebih dari 500 unit lapas dan rutan di seluruh Indonesia, tentu dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” ujar dia.

Baca juga : ​Kejari Kota Sukabumi Lelang Aset Sitaan Narkoba, Ada Tanah Satu Hektare hingga Kios di Pasar Pelita

Dalam pelaksanaannya, pembangunan rumah tersebut juga melibatkan warga binaan pemasyarakatan yang turut berkontribusi dalam proses produksi material hingga pembangunan rumah bersama tenaga tukang.

Agus memastikan warga binaan yang terlibat memperoleh premi atau upah sesuai ketentuan yang berlaku. Program pembangunan rumah murah ini sebagian didanai dari hasil panen serentak yang sebelumnya dilaksanakan oleh jajaran pemasyarakatan.

Dana yang tidak seluruhnya terserap untuk program bantuan air bersih kemudian dialihkan untuk mendukung pembangunan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan peresmian bedah rumah tersebut dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan para pejabat lainnya.

Reporter : Karimullah

Redaktur : Budiyanto

The post ​Hanya 19 Hari, 5 Rumah dan 2 Masjid di Sukabumi Berhasil Dibangun Warga Binaan Lapas Warungkiara first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *