Harga Ayam, Cabai dan Kedelai Impor Naik di Kota Sukabumi

CIKOLE – Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Kota Sukabumi mulai menunjukkan perubahan. Berdasarkan pemantauan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumindag) Kota Sukabumi pada Sabtu (8/8), harga daging ayam broiler, cabai merah besar lokal, serta kedelai impor mengalami kenaikan.

Meski demikian, kondisi harga pangan secara umum masih relatif terkendali. Sejumlah bahan pokok strategis, termasuk beras, daging sapi, telur, bawang, minyak goreng, gula, dan tepung terigu, masih bergerak dalam kisaran harga yang relatif stabil.

Kasie Pengawasan dan Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M. Rifki, mengatakan kenaikan harga daging ayam broiler dan cabai merah besar lokal lebih dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan di tengah kondisi pasokan yang relatif tetap.

Harga daging ayam broiler yang sebelumnya berada di kisaran Rp38.000 per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar lokal meningkat dari sekitar Rp75.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

“Untuk daging ayam broiler dan cabai merah besar lokal, pasokan relatif tetap. Namun, peningkatan permintaan mendorong terjadinya penyesuaian harga di tingkat pasar,” ujar Rifki kepada Radar Sukabumi, pada Sabtu (8/8).

Lanjut Rifki, berbeda dengan kedua komoditas tersebut, kenaikan harga kedelai impor lebih berkaitan dengan penyesuaian harga di tingkat distributor. Harga kedelai impor tercatat naik dari Rp10.650 menjadi Rp10.800 per kilogram.

“Khusus kedelai impor, kenaikan harga terjadi akibat penyesuaian dari distributor yang dipengaruhi oleh perkembangan nilai tukar mata uang,” katanya.

Rifki menyebut perubahan harga tersebut masih terjadi pada komoditas tertentu dan belum menunjukkan gejolak secara luas. Harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih berada pada level yang relatif stabil.

Salah satu komoditas utama yang masih terpantau stabil adalah beras. Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede, harga beras Ciherang Cianjur kelas I berada di kisaran Rp15.200 per kilogram atau sekitar Rp13.000 per liter.

Sementara beras Ciherang Cianjur kelas II dan beras Ciherang Sukabumi masing-masing berada di kisaran Rp14.800 per kilogram atau sekitar Rp12.500 per liter.

Untuk beras premium kelas I tercatat sekitar Rp15.200 per kilogram, sedangkan premium kelas II sekitar Rp14.800 per kilogram. Adapun beras medium kelas I berada di kisaran Rp14.400 per kilogram, kelas II sekitar Rp14.000 per kilogram, dan beras medium lokal termurah sekitar Rp13.600 per kilogram.

“Secara umum, harga bahan pokok lainnya sampai dengan hasil pemantauan hari ini masih relatif stabil. Kami terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan harga maupun potensi gangguan pasokan di pasar,” jelas Rifki.

Di tengah kenaikan harga ayam broiler, kata Rifki komoditas protein hewani lainnya belum mengalami perubahan berarti.

“Harga daging sapi berada di kisaran Rp150.000 per kilogram, sedangkan daging sapi has dalam sekitar Rp160.000 per kilogram. Daging sapi bistik dan brisket masing-masing berada di kisaran Rp150.000 per kilogram,” bebernya.

Sementara daging sapi beku dijual sekitar Rp133.000 per kilogram dan daging domba atau kambing sekitar Rp120.000 per kilogram. Untuk daging domba murni tanpa tulang, harganya berada di kisaran Rp150.000 per kilogram.

Adapun harga telur ayam negeri berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Telur ayam kampung dan telur bebek masing-masing sekitar Rp3.000 per butir, sedangkan telur puyuh sekitar Rp42.000 per kilogram.

“Pada kelompok hortikultura, selain cabai merah besar lokal yang mengalami kenaikan, harga sejumlah jenis cabai lainnya masih berada pada kisaran yang berbeda-beda,” jelasnya.

Untuk Cabai merah besar/TW saat ini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, cabai hijau besar Rp25.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting hijau sekitar Rp25.000 per kilogram.

“Cabai rawit hijau japlak berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, cabai rawit hijau gunung Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah sekitar Rp50.000 per kilogram,” ungkapnya.

Untuk komoditas bawang, harga bawang merah Jawa berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, bawang merah batu Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih sekitar Rp35.000 per kilogram.

Menurunya, komoditas kebutuhan pokok lainnya juga masih relatif stabil. Minyak goreng curah tercatat sekitar Rp21.000 per kilogram, minyak goreng kemasan di pasar tradisional sekitar Rp22.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan di pasar modern atau ritel untuk ukuran dua liter berada di kisaran Rp40.200.

“Harga gula pasir curah berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, gula merah aren sekitar Rp22.000 per kilogram, dan gula kelapa Rp15.000 per kilogram,” ucap Rifki.

Sementara tepung terigu merek Segitiga Biru dan Cakra masing-masing sekitar Rp13.000 per kilogram, sedangkan terigu Cap Kunci sekitar Rp10.500 per kilogram.

Diskumindag Kota Sukabumi memastikan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan akan terus dilakukan. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga pasokan sekaligus mengantisipasi perubahan harga yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

“Pemantauan terus kami lakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga. Perubahan harga dapat dipengaruhi oleh permintaan, pasokan, biaya distribusi, maupun perkembangan harga di tingkat distributor,” pungkas Rifki. (ris)

Artikel Harga Ayam, Cabai dan Kedelai Impor Naik di Kota Sukabumi pertama kali tampil pada Sukabumi Metro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *