Sumber: Radar Sukabumi
PURWAKARTA – Pemerintah menyebut bahwa Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu pelaksana dalam program gentengisasi atau mengganti atap rumah menggunakan genteng.
Hal itu sebagaimana dikatakan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, saat bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, melepas langsung pengiriman genteng dari pabrik, Selasa (14/4) lalu, di Purwakarta.
Diinformasikan sebanyak 44.000 buah genteng dikirimkan dari pabrik genteng PG. Padi Super (PS) yang berlokasi di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta kepada pembeli perdana Hunian Warisan Bangsa Purwakarta milik Lippo Grup.
Dikatakan oleh Maruarar, bahwa Jabar menjadi pelaksana gentengisasi, hal itu karena dukungan ketersediaan produksi gentengnya. Produsen genteng, selain di Purwakarta, juga ada di Majalengka dan Cirebon.
“Kita gelorakan gentengisasi dari Jabar sesuai arahan Presiden,” ucapnya dikutip laman Pemprov Jabar, Kamis (16/4/2026)
Ia menyebutkan, bahwa pada tahun ini ditargetkan sebanyak 62.500 unit rumah subsidi yang akan dibangun, sehingga membutuhkan sekitar 45 juta buah genteng. Menurutnya hal Ini menjadi kesempatan bagi pengusaha dan UMKM genteng di wilayah Jabar termasuk di Indramayu untuk kembali bangkit.
Maruarar pun berpesan agar produksi genteng dapat dimaksimalkan dengan tetap menjaga kualitas dan harus bersertifikat Standar Nasional Indonesia atau SNI. “Dari rumah Subsidi saja marketnya sekitar Rp100 miliar,” ujarnya.
“Belum lagi untuk program renovasi rumah dan perumahan lainnya. Saatnya industri genteng kembali bangkit,” tambah Maruarar.
Kang Dedi Mulyadi atau KDM (sapaan akrab Gubernur Jabar) menambahkan, bahwa dengan program gentengisasi diharapkan industri genteng di Jabar dapat kembali tumbuh.
“Nanti pengusaha harus memperbaiki upah pekerja. Pemprov Jabar siap memberikan jaminan kesehatan. Jadi pengusaha kembali untung sementara pekerja semakin sejahtera,” kata KDM.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, genteng hasil produksi perajin Kabupaten Purwakarta, memiliki kualitas yang bagus. Ia pun siap membantu proses SNI secara gratis.
“Kebutuhan untuk Jabar sekitar 12 juta buah, hal itu bisa mencapai Rp27 miliar, syaratnya jaga kualitas dengan harga yang kompetitif dan karyawan harus semakin sejahtera,” tuturnya.
Sedangkan pemilik pabrik genteng Farid mengatakan selama ini pabrik bermitra dengan 72 perajin genteng yang ada di Purwakarta. Kapasitas produksi setahun maksimal hanya 3 juta buah genteng.
Menurut dia, jika kapasitas dapat dimaksimalkan maka kesejahteraan pekerja dan perajin genteng tradisional akan membaik. Perajin genteng saat ini hanya berproduksi dua atau tiga kali sepekan sesuai permintaan pelanggan, ungkapnya. (Ron/Hms)
The post Jabar Pelaksana Program Gentengisasi, Menteri PKP Sebut Purwakarta Produsen Genteng appeared first on Radar Sukabumi.















