Jangan Abaikan Gusi Berdarah, Studi Temukan Kaitan dengan Penurunan Fungsi Ginjal

JAKARTA – Menjaga kesehatan gigi dan gusi ternyata tidak hanya penting untuk mencegah gigi tanggal. Penelitian terbaru menemukan bahwa penyakit gusi berat atau periodontitis memiliki hubungan dengan penurunan fungsi ginjal, bahkan sejak tahap awal penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD).

Temuan tersebut berasal dari penelitian berskala besar yang dilakukan tim peneliti University Medical Center Hamburg-Eppendorf, Jerman. Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Oral Science pada April 2026 itu menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mulut dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan pada organ ginjal.

Peneliti utama, Dr. Christian Schmidt-Lauber, mengatakan riset tersebut bertujuan mengkaji hubungan penyakit periodontal dengan indikator awal kerusakan ginjal.

Baca Juga: Obesitas Masuk Lima Besar Masalah Kesehatan di Indonesia

“Kami bertujuan mengevaluasi hubungan antara periodontitis dan penanda awal gangguan fungsi ginjal, termasuk penurunan fungsi ginjal serta albuminuria, sekaligus mengeksplorasi peran mediasi potensial dari penanda inflamasi sistemik,” ujarnya dikutip dari Detik, Rabu (08/07/2026).

Penelitian melibatkan 6.179 peserta dalam Hamburg City Health Study. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan kondisi gusi secara menyeluruh, sementara fungsi ginjal dinilai melalui laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan kadar albumin dalam urine (uACR).

Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin berat penyakit gusi yang dialami seseorang, semakin besar pula kecenderungan mengalami penurunan fungsi ginjal. Prevalensi periodontitis berat meningkat dari 14 persen pada peserta dengan fungsi ginjal normal menjadi 36 persen pada kelompok yang mengalami penurunan fungsi ginjal sedang.

Peneliti juga menemukan bahwa hubungan tersebut tetap signifikan setelah memperhitungkan berbagai faktor risiko lain seperti usia, jenis kelamin, diabetes, dan kebiasaan merokok. Dengan kata lain, kaitan antara periodontitis dan gangguan ginjal tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.

Baca Juga: Jangan Remehkan Obrolan Ringan, Studi Sebut Bisa Kurangi Kesepian

Selain itu, kadar protein inflamasi seperti hsCRP dan IL-6 juga meningkat pada peserta yang memiliki penyakit gusi lebih berat maupun fungsi ginjal yang menurun. Meski demikian, peradangan sistemik hanya menjelaskan sebagian kecil hubungan tersebut sehingga diduga masih terdapat mekanisme biologis lain yang berperan.

Profesor Ghazal Aarabi mengatakan hasil penelitian ini semakin memperkuat pentingnya menjaga kesehatan mulut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

“Dengan menunjukkan adanya hubungan antara periodontitis dan penanda awal gangguan fungsi ginjal, penelitian ini menyoroti kesehatan mulut sebagai jendela untuk melihat kesehatan ginjal,” katanya.

Menurut tim peneliti, temuan ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah penanganan periodontitis mampu membantu mempertahankan fungsi ginjal sekaligus mendukung pengembangan metode skrining dini bagi penyakit ginjal kronis.

Meski demikian, penelitian ini menunjukkan hubungan atau asosiasi antara periodontitis dan gangguan ginjal, sehingga belum dapat membuktikan bahwa penyakit gusi secara langsung menjadi penyebab kerusakan ginjal. Namun, hasil tersebut semakin menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mulut sebagai bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit kronis.

The post Jangan Abaikan Gusi Berdarah, Studi Temukan Kaitan dengan Penurunan Fungsi Ginjal first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *