
SUKABUMI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi sepanjang Juli hingga awal Agustus 2026 dengan total luasan mencapai sedikitnya 30 hektare.
Data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat, kejadian karhutla tersebar di berbagai kecamatan dengan luasan yang bervariasi dari skala kecil hingga belasan hektare.
Beberapa kejadian tercatat di antaranya di Kecamatan Sukalarang dengan luasan sekitar 10 hektare, Jampangtengah mencapai 18 hektare, serta Ciambar sekitar 2 hektare.
Baca Juga: Karhutla di Simpenan Sukabumi Nyaris Lalap Permukiman, 30 Rumah Sempat Terancam
Selain itu, sejumlah titik kebakaran lain juga terjadi di beberapa wilayah dengan luasan ratusan hingga ribuan meter persegi yang jika diakumulasi menambah total luasan terdampak.
Mayoritas kebakaran terjadi di lahan kosong bekas garapan, kebun, hingga kawasan perhutani yang mudah terbakar saat musim kemarau.
Kondisi cuaca panas disertai angin kencang turut mempercepat penyebaran api sehingga dalam beberapa kejadian api sulit dikendalikan.
“Dalam kurun satu bulan terakhir, kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sukabumi cukup tinggi dengan total luasan mencapai sedikitnya 30 hektare, dan sebagian besar diduga dipicu aktivitas manusia,” ujar Daeng Sutisna, Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Danantara Siapkan Rp44,75 Triliun untuk Investasi Rantai Pasok Daging
Ia menjelaskan, dugaan penyebab kebakaran didominasi oleh pembakaran lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab serta aktivitas lain yang memicu percikan api.
Proses penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Tagana, aparat desa hingga relawan dan masyarakat.
Namun, upaya pemadaman kerap terkendala oleh akses menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan serta keterbatasan sumber air.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi
Dalam beberapa kejadian, api juga sempat berpotensi merembet ke area lain bahkan mendekati permukiman warga sehingga membutuhkan penanganan cepat.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat rangkaian kejadian karhutla tersebut.
“Tren karhutla masih berpotensi terjadi selama musim kemarau, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor jika menemukan titik api,” kata Daeng.
The post Karhutla di Sukabumi Sebulan Terakhir, Sedikitnya 30 Hektare Lahan Terbakar first appeared on Sukabumi Ku.




