SUKABUMI — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM angkat bicara terkait aksi swadaya masyarakat yang memperbaiki jalan provinsi di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Aksi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial karena warga turun langsung memperbaiki jalan rusak dengan biaya dan tenaga sendiri.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berinisiatif memperbaiki jalan.
“Terima kasih pada akang-akang yang rela memperbaiki jalan Nyalindung di Sukabumi,” ujarnya dikutip dari unggahan video di akun instagram KDM, Sabtu (18/04/2026).
Namun demikian, Dedi menegaskan bahwa ruas jalan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam proyek pemerintah provinsi. Ia menyebut pekerjaan perbaikan jalan telah dikontrakkan dengan nilai anggaran lebih dari Rp36 miliar dan saat ini sudah mulai dikerjakan.
Baca Juga: Polemik Lahan Dapur MBG di Pamuruyan Sukabumi: Kisah Seorang Ibu Mengaku Tertipu Rp2 Miliar
“Di jalan tersebut sudah berkontrak nilai pekerjaannya Rp36 miliar lebih dan sudah mulai dikerjakan,” katanya.
Dedi bahkan sempat menyampaikan pernyataan bernada santai kepada warga yang terlibat dalam aksi swadaya tersebut. Ia mempersilakan jika masyarakat ingin melanjutkan perbaikan hingga tuntas, dengan konsekuensi proyek pemerintah bisa ditunda.
“Tapi kalau akang mau menyelesaikan sampai tuntas juga mangga, biar kontraknya kita tunda,” ucapnya.
Selain mengapresiasi warga, Dedi juga memberikan pesan kepada pihak pelaksana proyek agar bekerja secara maksimal sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Dua Alat Bukti Saja Tidak Cukup: Mengapa Substansi Lebih Penting dari Prosedur
Ia menekankan pentingnya kualitas pengerjaan agar jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Di sisi lain, Dedi turut menyoroti salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan, yakni kendaraan dengan muatan berlebih. Ia mengingatkan para pengguna jalan, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi, untuk tidak mengoperasikan truk dengan kapasitas yang melebihi batas.
“Sehebat apa pun kami membangun jalan, kalau tiap hari dilewati oleh truk-truk besar menimbulkan kerusakan, pada akhirnya akan menjadi beban anggaran yang berat bagi Pemprov Jabar,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas publik agar tetap awet dan berfungsi dengan baik.
The post KDM Soroti Truk Overload, Apreasiasi Aksi Warga Perbaiki Jalan Provinsi di Nyalindung Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.















