
INILAHSUKABUMI.COM – Kelompok Hikamuci di Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi berhasil menghasilkan sekitar 3.000 ekor anakan ikan Torsoro melalui teknik pemijahan buatan (stripping). Keberhasilan kelompok binaan Star Energy Geothermal Salak Ltd (Star Energy Geothermal) itu menjadi terobosan dalam upaya pelestarian ikan endemik yang populasinya terus menurun di habitat alami.
Ketua Kelompok Hikamuci, Ujang Dimyati, mengatakan sekitar 3.000 anakan ikan diperoleh dari enam indukan betina yang masing-masing mampu menghasilkan 400 hingga 500 larva. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting karena selama ini pengembangbiakan ikan Torsoro masih mengandalkan pemijahan alami yang berlangsung lambat.
Ikan Torsoro atau yang dikenal masyarakat Jawa Barat sebagai ikan Dewa dan Kancra merupakan spesies air tawar yang hidup di sungai berarus deras di kawasan pegunungan. Pertumbuhan yang lambat, jumlah telur yang sedikit, serta kerusakan habitat menyebabkan populasi ikan tersebut semakin berkurang sehingga memerlukan upaya konservasi secara berkelanjutan.
Sejak 2023, Star Energy Geothermal mendampingi Kelompok Hikamuci melalui program pemberdayaan masyarakat. Pendampingan dilakukan mulai dari pemetaan potensi, perbaikan kolam, penambahan indukan ikan, pelatihan kelembagaan, pengembangan pakan berbasis maggot, hingga pelatihan teknik stripping untuk meningkatkan keberhasilan reproduksi.
Hasilnya, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) anakan ikan mencapai sekitar 65 persen pada tiga minggu pertama pemeliharaan. Kelompok berencana menerapkan teknik stripping secara rutin setiap bulan untuk meningkatkan populasi ikan Torsoro yang selanjutnya akan dibesarkan sebelum sebagian dilepasliarkan kembali ke habitat asal melalui program restocking.
Selain mengembangkan konservasi, Kelompok Hikamuci juga membudidayakan ikan nila dan ikan mas sebagai sumber pendapatan. Langkah tersebut diharapkan mampu menopang perekonomian kelompok sehingga kegiatan pelestarian ikan Torsoro dapat berlangsung secara mandiri dan berkesinambungan.
Social Investment Specialist Star Energy Geothermal, Haris Nur Azhar, mengatakan program budidaya ikan komersial menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut juga mengantarkan Star Energy Geothermal menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah selama 2025.
“Star Energy Geothermal sebagai bagian dari Barito Pacific menilai upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan sehingga mendukung keberlanjutan program konservasi di tingkat lokal. Program CSR ini merupakan bukti bahwa pengembangan panas bumi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan,” kata Haris. (*)
The post Konservasi Berbuah Hasil, Binaan Star Energy Tetaskan 3.000 Anakan Ikan Torsoro first appeared on Inilah Sukabumi.




