INILAHSUKABUMI.COM – Puluhan siswa di SDN Kaum, Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi terpaksa menjalani kegiatan belajar secara bersamaan dengan yang berbeda kelas dalam satu ruangan akibat salah satu ruang belajar kondisinya rusak parah. Tentunya, kondisi ini membuat aktivitas belajar berjalan tidak efektif.
Keterbatasan ruang kelas ini memaksa pihak sekolah mencari solusi agar proses pembelajaran tetap berlangsung. Namun, langkah penggabungan kelas dinilai berdampak pada efektivitas kegiatan belajar mengajar.
Guru Kelas 5 SDN Kaum, Bento Sugandi, menjelaskan bahwa penggabungan kelas dilakukan untuk menyiasati minimnya ruang yang layak digunakan. Saat ini, siswa kelas 1 digabung dengan kelas 2, sedangkan siswa kelas 3 belajar bersama kelas 4 dalam satu ruangan.
“Penggabungan kelas terpaksa dilakukan karena keterbatasan ruang. Ada satu ruangan yang tidak bisa digunakan sama sekali karena sangat membahayakan,” ujar Bento saat diwawancara inilahsukabumi.com, Kamis (16/04/2026) .
Ia mengungkapkan, ruang kelas yang tidak difungsikan mengalami kerusakan sangat parah, terutama pada bagian plafon yang sudah lapuk dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu. Selain itu, kondisi lantai juga rusak dengan banyak paku dan benda tajam yang menyembul ke permukaan.
“Kalau dipaksakan digunakan, kami khawatir terjadi kecelakaan. Plafon sudah lapuk dan lantai dipenuhi paku. Kami melarang siswa masuk ke ruangan itu demi keselamatan,” tegasnya.
Dengan total 57 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, kondisi ini menimbulkan keprihatinan. Bento menyebut, para siswa kerap mempertanyakan kapan perbaikan sekolah akan dilakukan agar mereka dapat belajar dengan nyaman.
“Banyak siswa bertanya kapan kelas mereka diperbaiki. Wali murid dan masyarakat juga terus menyampaikan keluhan yang sama,” pungkasnya. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Miris! Ruang Kelas Sekolah Negeri di Warungkiara Sukabumi Tak Juga Diperbaiki, Siswa Belajarnya Digabung first appeared on Inilah Sukabumi.











